Mahasiswa Indonesia Ikuti Kelas Mitigasi Bencana Universitas Yamagata Jepang
Yamagata University latih mahasiswa lokal dan asing hadapi gempa lewat simulasi, APAR, dan CPR di Prefektur Yamagata
Ringkasan Berita:
- Yamagata University menggelar kelas mitigasi bencana di Kota Mikawa, Prefektur Yamagata, membekali mahasiswa Jepang dan asing dengan pengetahuan gempa, kebakaran, hingga evakuasi
- Peserta merasakan simulasi gempa intensitas 7, latihan APAR, dan CPR
- Program ini diharapkan menumbuhkan kesiapsiagaan individu di negara rawan bencana seperti Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, YAMAGATA – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan di Jepang. Pada Jumat (27/2), Yamagata University menggelar kelas edukasi kebencanaan di Balai Pembelajaran Mitigasi Bencana di Kota Mikawa, Prefektur Yamagata.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan untuk melindungi diri dari risiko gempa bumi, kebakaran, serta berbagai potensi bencana lainnya yang kerap terjadi di Jepang.
Diikuti Mahasiswa Asing
Kelas tersebut diikuti mahasiswa Jepang, mahasiswa asing berasal dari Indonesia dan Ghana, serta masyarakat umum.
Mereka mendapatkan penjelasan mengenai dasar-dasar kebencanaan, perlengkapan darurat yang perlu dipersiapkan, serta langkah-langkah evakuasi saat terjadi bencana.
Salah satu sesi utama adalah pengalaman langsung menaiki kendaraan simulasi gempa yang menggambarkan guncangan hingga skala intensitas 7.
Melalui simulasi ini, peserta dapat merasakan langsung dahsyatnya gempa besar dan memahami pentingnya tindakan cepat serta tepat.
Latihan APAR dan CPR
Selain teori dan simulasi gempa, peserta juga berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka juga mempelajari teknik pertolongan pertama, termasuk resusitasi jantung paru (CPR), guna menyelamatkan korban yang tidak sadarkan diri.
Pihak universitas menyatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu.
Tanggapan Peserta
Seorang peserta mengatakan bahwa sebagai negara yang rawan bencana, Jepang menuntut warganya memahami cara bertindak saat keadaan darurat.
“Jepang adalah negara yang sering mengalami bencana. Saya sangat senang bisa belajar bagaimana harus bertindak ketika bencana terjadi,” ujar seorang peserta dari Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mitigasibencan1111.jpg)