Selasa, 14 April 2026

Mahasiswa Indonesia  Ikuti Kelas Mitigasi Bencana Universitas Yamagata Jepang

Yamagata University latih mahasiswa lokal dan asing hadapi gempa lewat simulasi, APAR, dan CPR di Prefektur Yamagata

Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
KELAS MITIGASI - Beberapa mahasiswa Indonesia sedang mengikuti kelas mitigasi bencana di Yamagata Jepang. (Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Ringkasan Berita:
  • Yamagata University menggelar kelas mitigasi bencana di Kota Mikawa, Prefektur Yamagata, membekali mahasiswa Jepang dan asing dengan pengetahuan gempa, kebakaran, hingga evakuasi 
  • Peserta merasakan simulasi gempa intensitas 7, latihan APAR, dan CPR 
  • Program ini diharapkan menumbuhkan kesiapsiagaan individu di negara rawan bencana seperti Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM,  YAMAGATA  – Upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan di Jepang. Pada Jumat (27/2), Yamagata University menggelar kelas edukasi kebencanaan di Balai Pembelajaran Mitigasi Bencana di Kota Mikawa, Prefektur Yamagata.

Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan untuk melindungi diri dari risiko gempa bumi, kebakaran, serta berbagai potensi bencana lainnya yang kerap terjadi di Jepang.

Diikuti  Mahasiswa Asing

Kelas tersebut diikuti mahasiswa Jepang, mahasiswa asing berasal dari Indonesia dan Ghana, serta masyarakat umum. 

Mereka mendapatkan penjelasan mengenai dasar-dasar kebencanaan, perlengkapan darurat yang perlu dipersiapkan, serta langkah-langkah evakuasi saat terjadi bencana.

Salah satu sesi utama adalah pengalaman langsung menaiki kendaraan simulasi gempa yang menggambarkan guncangan hingga skala intensitas 7. 

Melalui simulasi ini, peserta dapat merasakan langsung dahsyatnya gempa besar dan memahami pentingnya tindakan cepat serta tepat.

Latihan APAR dan CPR

Selain teori dan simulasi gempa, peserta juga berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), yang jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Mereka juga mempelajari teknik pertolongan pertama, termasuk resusitasi jantung paru (CPR), guna menyelamatkan korban yang tidak sadarkan diri.

Pihak universitas menyatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu.

Tanggapan Peserta

Seorang peserta mengatakan bahwa sebagai negara yang rawan bencana, Jepang menuntut warganya memahami cara bertindak saat keadaan darurat.

“Jepang adalah negara yang sering mengalami bencana. Saya sangat senang bisa belajar bagaimana harus bertindak ketika bencana terjadi,” ujar seorang peserta dari Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved