Senin, 1 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kecam Keras Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Presiden Masoud Janji Balas Kematian Khamenei

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina

Ringkasan Berita:
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
  • Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamanei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
  • Dia menyebut bahwa Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan berkelanjutan oleh Amerika Serikat (AS) - Israel di Iran.

Pezeshkian menegaskan, kematian Ayatullah Ali Khamanei sebagai “kejahatan besar” yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Baca juga: Dunia Terbelah! Ukraina Dukung Serangan AS-Israel ke Iran, Rusia Sebut Agresi Ilegal

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor kepresidenan Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa kematian Khamenei akan menjadi titik balik dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. 

Dia menyebut bahwa Iran akan merespons dengan penuh kekuatan dan tekad.

"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis," demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari Aljazeera, Minggu (1/3/2026).

 

 

Presiden Iran juga menegaskan bahwa pemerintahannya, dengan dukungan bangsa Islam dan masyarakat dunia yang disebutnya sebagai “kaum bebas”, akan memastikan para pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut menyesal atas tindakan mereka.

Selain pernyataan politik yang keras, Pezeshkian mengumumkan penetapan tujuh hari hari libur nasional serta 40 hari masa berkabung sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Khamenei.

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. 

Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved