Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Tak Laksanakan Wasiat Ali Khamenei, Masoud Pezeshkian Pimpinan di Periode Transisi

Alih-alih menjalankan wasiat Khamenei, Iran tampaknya lebih memilih menjalankan apa yang menjadi Ketentuan konstitusional

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
Khamenei dan Pezeshkian. 

Iran Tak Laksanakan Wasiat Ali Khamenei, Masoud Pezeshkian Pimpin Iran di Periode Transisi

TRIBUNNEWS.COM - Para petinggi pemerintahan Iran dilaporkan tidak melaksanakan apa yang menjadi wasiat mendiang Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei.

Disebutkan, kepemimpinan Iran sejatinya telah melakukan persiapan selama beberapa minggu terakhir untuk skenario terburuk yang terwujud hari ini dengan pengumuman kematian Khamenei.

"Mereka tampaknya tidak melaksanakan keinginannya (Khamenei)," tulis laporan khbrn, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Siapa Penerus Ali Khamenei? Rantai Komando Putus, Seberapa Kuat IRGC? Apa Jadinya Iran Besok?

Ulasan tersebut merujuk pada laporan Kantor berita IRNA yang mengabarkan kalau keputusan yang diambil di periode transisi pasca-kematian Khamenei adalah Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan seorang anggota Dewan Penjaga akan mengelola periode transisi.

Alih-alih menjalankan wasiat Khamenei, Iran tampaknya lebih memilih menjalankan apa yang menjadi Ketentuan konstitusional mengenai ketiadaan kepemimpinan, khususnya Pasal 111 Konstitusi.

Pasal ini menyatakan kalau "dalam hal terjadi kematian, pengunduran diri, atau pemberhentian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan secepat mungkin untuk menunjuk pemimpin baru."

Sampai pemimpin tetap ditunjuk, sebuah dewan yang terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, dan salah satu ahli hukum dari Dewan Penjaga Konstitusi, yang dipilih oleh Dewan Penentu Kelayakan Sistem, akan menjalankan semua tugas pemimpin untuk sementara waktu.

Jika salah satu dari mereka tidak dapat melaksanakan tugasnya selama periode ini karena alasan apa pun, orang lain yang dipilih oleh dewan dengan suara mayoritas dari para ahli hukum akan diangkat untuk menggantikannya di dewan.

Memang apa wasiat Khamenei?

Para pejabat senior Iran telah mengkonfirmasi kepada New York Times pekan lalu sebelum pembunuhan Khamenei, kalau sang Pemimpin Tertinggi Iran, telah menugaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, salah satu orang kepercayaannya, untuk menjalankan urusan negara jika ia dan putranya, Mojtaba, terbunuh.

Enam pejabat senior Iran, tiga anggota Garda Revolusi, dan mantan diplomat menjelaskan saat itu, kalau Larijani secara efektif telah mengambil alih pengelolaan berkas-berkas politik dan keamanan yang sensitif sejak awal Januari, ketika protes dimulai di negara itu dan ancaman Amerika muncul.

Surat kabar itu juga menyatakan bahwa Larijani (67), seorang politisi veteran, mantan komandan Garda Revolusi dan kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi saat ini, telah secara efektif mengambil alih pengelolaan urusan negara.

Ali Larijani
WASIAT KHAMENEI - Ali Larijani, salah satu orang kepercayaan Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei sudah mewasiatkan agar Larijani menjalankan urusan negara jika ia dan putranya, Mojtaba, terbunuh. Belakangan, Iran tidak menjalankan wasiat ini.

Wasiat Mendiang Sang Pemimpin

Enam pejabat dan anggota Garda Revolusi tersebut menunjukkan kalau Khamenei telah merekomendasikan untuk mengeluarkan arahan ketat kepada Larijani dan sejumlah kecil sekutu politik dan militer terdekatnya, untuk memastikan kelangsungan hidup "Republik Islam" dalam menghadapi serangan Amerika atau Israel.

Mereka juga menjelaskan bahwa arahan Pemimpin Tertinggi Iran menetapkan empat lapisan pengganti untuk setiap posisi militer atau pemerintahan yang ia tunjuk secara pribadi, dan mewajibkan semua komandan untuk menunjuk hingga empat calon pengganti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved