Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Dunia Bereaksi Keras terhadap Serangan AS-Israel ke Iran Serta Balasan Rudal dari Teheran

Iran: Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini.

Ringkasan Berita:
  • Dunia bereaksi keras atas serangan AS-Israel ke Iran dan balasan rudal Teheran, memicu kekhawatiran perang regional.
  • Banyak negara, termasuk Uni Eropa, Oman, dan Indonesia, menyerukan pengekangan, perlindungan warga sipil, dan jalur diplomasi.
  • Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperburuk ketidakpastian dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.

TRIBUNNEWS.COM - Dunia bereaksi keras terhadap serangan AS dan Israel terhadap Iran, serta balasan rudal dari Teheran.

Serangan gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.

Pasukan AS dan Israel menyerang kota-kota di seluruh Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintah teokratis.

Duta Besar AS dan Israel menegaskan tujuan strategis serangan untuk melemahkan kemampuan militer Iran dan menghentikan ancaman nuklir.

Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait.

Media Iran melaporkan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel ke Teheran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menargetkan pangkalan dan aset AS di seluruh Timur Tengah sebagai operasi balasan "Janji Sejujurnya 4".

"Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini," tegas seorang pejabat senior Iran.

Pecahnya konflik telah memicu seruan internasional untuk menahan diri dan kekhawatiran mendalam di seluruh dunia.

Baca juga: Siapa Pengganti Ali Khamenei? Ini Daftar Kandidat Perebutan Tahta Pemimpin Tertinggi Iran

PBB, Uni Eropa, dan negara-negara lain menyerukan penahanan diri, perlindungan warga sipil, dan kembalinya diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik.

Negara-negara Eropa dan Timur Tengah sebagian besar menggunakan bahasa hati-hati, mendukung negosiasi dan perlindungan warga sipil.

Indonesia menyatakan prihatin, mengutuk pelanggaran kedaulatan, menekankan perdamaian melalui diplomasi, dan memantau WNI di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump 

Presiden AS Donald Trump mengumumkan keterlibatan negaranya dalam "operasi tempur besar-besaran" untuk "menghilangkan ancaman dari rezim Iran".

Trump berjanji akan menghancurkan industri rudal Iran dan angkatan lautnya, sambil mendesak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved