Iran Vs Amerika Memanas
Dunia Bereaksi Keras terhadap Serangan AS-Israel ke Iran Serta Balasan Rudal dari Teheran
Iran: Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini.
Pakistan menyerukan penghentian segera eskalasi dan dimulainya kembali diplomasi.
Rusia
Rusia mengecam AS dan Israel karena menggunakan pembicaraan nuklir sebagai kedok sebelum operasi militer.
China
China mendesak penghentian aksi militer dan kembali ke negosiasi untuk menjaga perdamaian regional.
India
India menyerukan penahanan diri dan menghormati kedaulatan semua negara.
Ukraina
Ukraina menuding Iran bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran damai yang memperburuk situasi.
Norwegia dan Belgia
Norwegia dan Belgia menekankan serangan awal Israel melanggar hukum internasional dan menyesalkan kegagalan diplomasi.
Kanada
Kanada mendukung tindakan AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Irlandia
Irlandia menyerukan penahanan diri dan perlindungan warga sipil.
Venezuela
Venezuela mengutuk serangan militer, menekankan jalur diplomasi yang diabaikan.
Arab
Koalisi negara-negara Arab, termasuk Maroko, Yordania, Suriah, dan UEA, mengutuk serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Arab Saudi mengutuk agresi Iran yang mengancam stabilitas regional.
Selandia Baru
Selandia Baru menilai serangan AS-Israel mencegah rezim Iran tetap menjadi ancaman.
Uni Eropa dan Liga Arab menyerukan de-eskalasi segera dan kembali ke dialog diplomatik.
Baca juga: Perang AS–Israel Vs Iran: 133 Warga Sipil Tewas dan 200 Terluka, Angka Korban Diprediksi Naik
Indonesia
Indonesia prihatin atas serangan militer AS-Israel ke Iran dan balasan Teheran. Pemerintah mengutuk pelanggaran kedaulatan, menekankan kekerasan memperburuk penderitaan warga sipil, dan mendesak semua pihak menahan diri.
Diplomasi dianggap satu-satunya jalan perdamaian, dengan DK PBB diminta mengambil langkah menghentikan permusuhan. Kemlu dan perwakilan RI di Timur Tengah memantau WNI dan mengimbau patuhi protokol keselamatan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)