Iran Vs Amerika Memanas
Massa Turun ke Jalan Rayakan Kematian Khamenei di Balik Masa Berkabung Nasional Iran
Kematian Khamenei picu perayaan dan ketegangan di Iran. AS-Israel serang, aparat kerahkan kekuatan, dunia bereaksi keras.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kondisi sosiopolitik Iran pasca-serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan terbelah secara ekstrem.
Di saat media pemerintah menyiarkan narasi duka nasional, rekaman amatir dan laporan lapangan menunjukkan fenomena yang mengejutkan: gelombang perayaan warga atas berakhirnya era kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei.
Melansir laporan mendalam dari Iran International, segera setelah kabar kematian Khamenei menyebar, warga di distrik-distrik besar seperti Teheran, Isfahan, hingga Mashhad dilaporkan merayakan peristiwa tersebut secara spontan.
Di beberapa pemukiman, warga menyalakan kembang api dari atap rumah dan membunyikan klakson kendaraan dalam durasi yang lama.
Dikutip dari The New York Times, meski pasukan keamanan dikerahkan secara masif, banyak warga tetap nekat menunjukkan kegembiraan mereka.
Laporan tersebut mencatat bahwa bagi sebagian rakyat Iran—terutama generasi muda dan mereka yang terdampak penindasan dalam protes beberapa tahun terakhir—kematian Khamenei dipandang sebagai "peluang emas untuk perubahan".
"Malam ini kami tidak tidur bukan karena takut, tapi karena penuh harapan," ujar seorang aktivis di Teheran kepada The New York Times.
Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional, setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei tewas.
Dikutip dari Al Jazeera, selain masa berkabung, pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.
Nantinya, akan ada upacara yang direncanakan di kemudian hari menyusul pengumuman sebelumnya tentang masa berkabung selama 40 hari.
Upacara-upacara ini kemungkinan akan berlangsung di tengah bombardir yang terus berlanjut di seluruh negeri.
Laporan Penindasan dan Penjagaan Ketat
Namun, perayaan ini tidak berlangsung tanpa hambatan.
Mengutip media Ukraina, Suspilne, aparat keamanan dan milisi Basij telah mengambil posisi tempur di titik-titik strategis.
Di beberapa lokasi, dilaporkan terjadi bentrokan kecil ketika aparat berusaha menyita ponsel warga yang merekam momen perayaan.