Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

9 Bulan setelah Perang 12 Hari, Iran Hadapi Serangan AS-Israel, Negosiasi Nuklir Terancam

AS dan Israel serang Iran 9 bulan setelah perang 12 hari. Negosiasi nuklir terancam, ketegangan Timur Tengah meningkat tajam.

Iran menolak tuntutan itu.

AS mengerahkan persenjataan besar di kawasan, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford.

Netanyahu menuntut Iran membatasi kemampuan rudalnya, termasuk jangkauan maksimum 300 kilometer.

Ia juga menekankan agar AS menekan Iran menghentikan dukungan pada sekutu proksi di Timur Tengah, seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi.

Perang 12 hari pada Juni tahun lalu menimbulkan korban besar.

Rudal Iran menghancurkan beberapa kota di Israel.

Sebanyak 33 warga Israel tewas, sementara lebih dari 600 warga Iran meninggal dan 3.000 lainnya dirawat di rumah sakit.

Kemampuan militer Iran tetap tidak sebanding dengan AS dan Israel.

Namun, sulit memprediksi bagaimana konfrontasi terbaru ini akan berakhir.

Pejabat AS khawatir terseret ke konflik berkepanjangan, seperti invasi Irak pada 2003, yang dikritik Trump sebagai “kesalahan yang membawa bencana”.

Sementara itu, pejabat Iran memperingatkan Amerika Serikat akan terjebak jika menyerang lebih jauh.

Baca juga: Dunia Bereaksi Keras terhadap Serangan AS-Israel ke Iran Serta Balasan Rudal dari Teheran

Washington Post melaporkan Jenderal Dan Caine memperingatkan risiko perang berkepanjangan dan korban di pihak AS.

Wakil Presiden JD Vance menegaskan serangan AS tidak akan memicu perang bertahun-tahun.

“Tidak ada kemungkinan kita terlibat perang Timur Tengah selama bertahun-tahun tanpa akhir,” kata Vance, dikutip dari Al Jazeera.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah negosiasi nuklir akan tetap berjalan atau justru terancam oleh eskalasi militer yang terus meningkat.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved