Timur Tengah Memanas, Aliansi Negara Teluk Siap Balas Serangan Drone dan Rudal Iran
Eskalasi ini menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada Sabtu lalu.
Ringkasan Berita:
- Merespons agresi Iran di negara Teluk, para menteri luar negeri GCC menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual
- Pihak GCC menyayangkan sikap Iran yang tetap melancarkan serangan ke wilayah mereka
- GCC mengklaim negara mereka telah memberikan jaminan diplomatik bahwa wilayahnya tidak akan digunakan oleh AS untuk menyerang Iran
- Ketua Dewan Menteri GCC, Dr. Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menegaskan bahwa negara-negara Teluk kini memiliki landasan hukum untuk melakukan aksi balasan
TRIBUNNEWS.COM - Republik Islam Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone ke berbagai negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Meski Teheran mengklaim target utamanya adalah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, laporan lapangan menunjukkan serangan tersebut turut menyasar fasilitas sipil dan pemukiman di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, hingga Kuwait.
Pada Minggu (1/3/2026), Arab Saudi berhasil menggagalkan upaya serangan yang mengarah ke jantung ibu kota.
Sistem pertahanan udara kerajaan mencegat rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.
"Pencegatan berhasil dilakukan pada sore hari tanpa mengganggu navigasi penerbangan maupun menimbulkan korban jiwa," ujar seorang sumber pejabat Teluk kepada AFP.
Baca juga: China Punya Kepentingan Vital di Iran, Kutuk Serangan AS-Israel yang Tewaskan Khamenei
Baca juga: Rudal Iran Paksa Para Pejabat Israel Sembunyi, Netanyahu: Hari yang Menyakitkan
Merespons agresi Iran, para menteri luar negeri GCC menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual.
Dalam pernyataan resminya, GCC mengutuk keras pelanggaran kedaulatan yang dilakukan Iran.
Mereka menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Ketua Dewan Menteri GCC, Dr. Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menegaskan bahwa negara-negara Teluk kini memiliki landasan hukum untuk melakukan aksi balasan.
Eskalasi ini menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu.
"Kami memiliki hak legal untuk merespons sesuai Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak bela diri, baik secara individu maupun kolektif. GCC akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan warga negara kami," tegas Al Zayani seperti diberitakan Arab News.
Pihak GCC menyayangkan sikap Iran yang tetap melancarkan serangan ke wilayah mereka.
Sebab, mereka telah memberikan jaminan diplomatik bahwa wilayahnya tidak akan digunakan oleh AS untuk menyerang Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Serangan-rudal-balistik-Iran-ke-UEA.jpg)