Iran Vs Amerika Memanas
Prabowo Siap Jadi Mediator Iran-AS, Pengamat: Kalau Sendiri akan Sangat Terbatas
Hasibullah Satrawi menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri untuk jadi mediator antara Iran dengan AS-Israel.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap terbang ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan AS.
- Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai bahwa hal itu merupakan usulan yang sangat konteksual, tetapi Prabowo tak bisa tampil sendirian.
- Menurutnya, minimal ada tiga pemimpin yang berpeluang untuk memudahkan kerja-kerja mediasi untuk meredakan perang tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri untuk jadi mediator antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Hasibullah menilai bahwa hal itu merupakan usulan yang sangat kontekstual, namun Prabowo tak bisa tampil sendirian.
"Kalau kita cermati di dalam perkembangan global secara umum, mungkin kalau hanya sendiri itu akan sangat terbatas untuk bisa menjadi mediasi," ucapnya dalam acara Kompas Malam di Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, minimal ada tiga pemimpin yang memiliki kans memudahkan kerja-kerja mediasi untuk meredakan perang tersebut.
Pertama, yaitu Prabowo, kemudian yang kedua adalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Hasibullah menyebut, Erdogan dikenal dekat dengan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Kita tahu Turki juga punya hubungan dekat sama Amerika sama Donald Trump dan banyak juga dipuja-puji di dalam forum-forumnya."
"Bahkan ada kayak semacam hubungan segitiga di antara Trump, kemudian Netanyahu dan Erdogan saking dekatnya," ungkapnya.
Selanjutnya, peran mediasi juga bisa dimainkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ia menyebut, Putin bisa bertukar posisi dengan Trump yang pernah menjadi mediator dalam perang antara Rusia vs Ukraina.
"Kalau Trump dalam konteks perang Rusia dengan Ukraina, Trump menjadi mediator untuk bisa mengakhiri perang ini, maka perang yang sekarang dilakukan oleh Amerika dan Israel dengan Iran justru bisa juga digunakan oleh Putin dan Rusia untuk menjadi mediator," ucapnya.
Baca juga: Dampak ke Masyarakat Indonesia Adanya Perang Israel-Amerika Vs Iran
Prabowo Siap Jadi Mediator
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap terbang ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog para pihak yang berkonflik.
"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya, Sabtu (28/2/2026).
Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan Amerika Serikat dengan Iran sehingga konflik bersenjata kembali meletus.
Kementerian Luar Negeri pun menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.
(Tribunnews.com/Deni)