Sabtu, 11 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Starmer Siap Bantu Negara Teluk Cegat Drone Iran, Libatkan Pakar dari Ukraina dan Militer Inggris

Perdana Menteri  Inggris, Keir Starmer mengatakan pakar dari Ukraina akan membantu negara-negara Teluk mencegat drone Iran.

Langkah Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Ketegangan meningkat pada 2014 setelah pergantian pemerintahan di Ukraina, yang diikuti dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas.

Upaya perdamaian sempat dilakukan melalui jalur diplomasi internasional, namun tidak membuahkan hasil jangka panjang.

Situasi akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Invasi tersebut memicu kecaman dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat, yang kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia.

Di sisi lain, Ukraina menerima bantuan militer dan keuangan dari sekutu-sekutunya.

Hingga kini, konflik masih berlangsung karena persoalan wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.

Amerika Serikat terus berperan dalam berbagai upaya diplomasi untuk mendorong penyelesaian perang.

Starmer Siap Bantu Cegat Drone Iran

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan para ahli dari Ukraina akan membantu negara-negara Teluk mencegat drone Iran.

Langkah ini merupakan respons terhadap serangan balasan Iran setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran.

Starmer menegaskan Inggris tidak terlibat langsung dalam serangan tersebut.

Namun London akan terus menjalankan langkah pertahanan di kawasan Timur Tengah.

“Kami tidak bergabung dalam serangan ini, tetapi kami akan melanjutkan tindakan defensif kami di kawasan ini,” kata Starmer pada Minggu (1/3/2026) malam.

Ia juga menyebut Inggris akan membawa para ahli dari Ukraina bersama pakar militer Inggris untuk membantu mitra Teluk menembak jatuh drone Iran.

Hingga kini Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan tersebut.

Baca juga: Dunia Terbelah! Ukraina Dukung Serangan AS-Israel ke Iran, Rusia Sebut Agresi Ilegal

Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Meningkat

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved