Jumlah TKA di 4 Prefektur Shikoku Jepang Tembus Rekor Tertinggi
TKA di Shikoku pecahkan rekor 2025, WNI masuk tiga besar terbanyak. Krisis tenaga kerja dorong ketergantungan makin kuat
Ringkasan Berita:
- Jumlah pekerja asing di empat prefektur Shikoku mencetak rekor tertinggi per Oktober 2025 sejak pelaporan diberlakukan pada 2007, seiring meningkatnya jumlah perusahaan pengguna tenaga kerja asing
- WNI masuk tiga besar di seluruh prefektur, bahkan menjadi yang terbanyak di Kagawa dengan kenaikan signifikan
- Tren ini mencerminkan ketergantungan yang kian kuat akibat krisis tenaga kerja dan dominasi sektor manufaktur serta pertanian.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Jumlah pekerja asing (TKA) di empat prefektur wilayah Shikoku mencatat rekor tertinggi sejak kewajiban pelaporan diberlakukan pada 2007, nahkan WNI termasuk tiga besar, terbanyak jumlahnya.
Berdasarkan data kondisi ketenagakerjaan per akhir Oktober 2025 yang diumumkan kantor tenaga kerja masing-masing prefektur, baik jumlah pekerja asing maupun jumlah perusahaan yang mempekerjakan mereka sama-sama mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.
Fenomena ini mencerminkan semakin kuatnya ketergantungan terhadap tenaga kerja asing akibat kekurangan tenaga kerja yang serius.
Pekerja Indonesia Meningkat Tajam
Di Prefektur Kagawa, jumlah pekerja asing mencapai 16.557 orang (naik 14,8 persen dibanding tahun sebelumnya), tertinggi di Shikoku.
Jumlah perusahaan yang mempekerjakan pekerja asing tercatat 2.358 lokasi (naik 8,9%).
Berdasarkan kewarganegaraan, terbanyak adalah Indonesia (23,8%), Vietnam (23,5%), dan Filipina (14,2%).
Khusus pekerja asal Indonesia meningkat signifikan hingga 33,6% dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Mulai Pertengahan April 2026, Jepang Perketat Aturan Bawa Power Bank di Pesawat
Ehime: Jumlah Perusahaan Terbanyak di Shikoku
Di Prefektur Ehime, jumlah pekerja asing mencapai 15.925 orang (naik 9,5%). Jumlah perusahaan mencapai 2.559 lokasi (naik 9,0%), menjadi yang terbanyak di kawasan Shikoku.
Komposisi kewarganegaraan didominasi Vietnam (26,3%), Filipina (26,0%), dan Indonesia (14,7%).
Tokushima: Pekerja Indonesia Naik 27,7%
Di Prefektur Tokushima, jumlah pekerja asing tercatat 7.324 orang (naik 13,5%), dengan 1.400 perusahaan (naik 7,8%).
Vietnam menjadi yang terbanyak (31,1%), disusul Indonesia (16,1%) dan China (13,9%). Pekerja asal Indonesia meningkat 27,7% dibanding tahun sebelumnya.
Kochi: Sektor Pertanian dan Kehutanan Dominan
Di Prefektur Kochi, jumlah pekerja asing mencapai 5.916 orang (naik 11,8%), dengan 1.332 perusahaan (naik 9,5%).
Vietnam mendominasi (33,9%), diikuti Indonesia (22,9%) dan Filipina (13,7%).
Dilihat dari sektor industri, manufaktur menjadi yang terbanyak di Kagawa, Ehime, dan Tokushima. Sementara di Kochi, sektor pertanian dan kehutanan menjadi yang terbesar, menunjukkan peran penting pekerja asing dalam menopang industri lokal.
Untuk sektor kedua terbanyak, Kagawa didominasi perdagangan grosir dan ritel, Ehime dan Tokushima sektor medis dan kesejahteraan, sedangkan Kochi sektor manufaktur.
Berdasarkan skala perusahaan, di keempat prefektur mayoritas perusahaan mempekerjakan kurang dari 30 karyawan.
Di Kochi sekitar 70% perusahaan termasuk kategori ini, sementara di tiga prefektur lainnya sekitar 60%, menunjukkan bahwa usaha kecil dan menengah menjadi penerima utama tenaga kerja asing.
Pejabat kantor tenaga kerja di masing-masing prefektur menilai peningkatan jumlah pekerja asing disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja yang kronis dan memperkirakan tren ini akan terus berlanjut. Mereka juga menegaskan pentingnya pengelolaan ketenagakerjaan yang tepat serta peningkatan lingkungan kerja.
Di tengah percepatan penuaan penduduk dan penurunan angka kelahiran di Jepang, tenaga kerja asing semakin menjadi pilar penting penopang ekonomi daerah, termasuk di wilayah Shikoku.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peta-Shikoku11111.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.