Jumat, 24 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kehebatan Rudal Iran: Tembus Iron Dome Israel, 17.000 Km per Jam, 'Tersembunyi' di Bawah Tanah

Berikut ini kehebatan rudal Iran yang dilaporkan mampu menembus pertahanan Iron Dome Israel. Jangkauan maksimum 2.000 km.

Editor: Suci BangunDS

Selain itu, terdapat Kheibar (2.000 km) dan Haj Qasem (1.400 km).

Sementara itu, Arms Control Association menyebut persenjataan balistik Iran juga mencakup Shahab-1 (300 km), Zolfaghar (700 km), Shahab-3 (800–1.000 km), Emad-1 (dalam pengembangan, 2.000 km), serta varian Sejil yang tengah dikembangkan dengan jangkauan 1.500–2.500 km.

Iran juga memiliki rudal jelajah seperti Kh-55, senjata berkemampuan nuklir yang diluncurkan dari udara dengan jangkauan hingga 3.000 km.

Serangan Rudal Iran pada Juni 2025

Dalam perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, Iran menembakkan rudal balistik yang menewaskan puluhan orang dan menghancurkan sejumlah bangunan.

Laporan dari Institute for the Study of War dan AEI Critical Threats Project menyebut Israel kemungkinan menghancurkan sekitar sepertiga peluncur rudal Iran dalam konflik tersebut.

Namun pejabat Iran menegaskan bahwa kemampuan mereka telah pulih.

Iran juga pernah menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar sebagai respons atas keterlibatan AS dalam konflik udara Israel.

Teheran memberikan peringatan sebelumnya dan tidak ada korban luka dilaporkan. Beberapa jam kemudian, Washington mengumumkan gencatan senjata.

Pada 2020, Iran meluncurkan rudal ke pasukan pimpinan AS di Irak sebagai balasan atas serangan drone AS yang menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani dari Garda Revolusi.

Strategi dan Perkembangan Terbaru

Iran menyatakan, rudal balistiknya berfungsi sebagai alat pencegah dan pembalasan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan target regional lainnya.

Menurut laporan 2023 oleh analis Foundation for Defense of Democracies, Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah lengkap dengan sistem transportasi, peluncuran, serta fasilitas produksi dan penyimpanan.

Pada 2020, Iran untuk pertama kalinya menembakkan rudal balistik dari bawah tanah.

Pada Juni 2023, kantor berita resmi Islamic Republic News Agency melaporkan Iran mempresentasikan rudal balistik hipersonik buatan dalam negeri pertamanya.

Rudal hipersonik mampu terbang setidaknya lima kali kecepatan suara dengan lintasan kompleks, sehingga lebih sulit dicegat.

Asosiasi Kontrol Senjata menyebut program rudal Iran banyak mengadopsi desain Korea Utara dan Rusia serta mendapat manfaat dari bantuan China.

Dengan eskalasi terbaru antara AS, Israel, dan Iran, kemampuan rudal balistik Teheran kembali menjadi faktor kunci yang berpotensi menentukan arah konflik di kawasan.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved