Iran Vs Amerika Memanas
Konflik AS-Iran Berdampak ke Indonesia, BRIN: Politik Bebas Aktif Indonesia Akan Diuji
BRIN mengatakan, ketika Indonesia masuk dalam pusaran konflik besar di Timur Tengah, maka politik bebas aktif Indonesia akan diuji.
Ringkasan Berita:
- Nostalgiawan mengatakan konflik ini berdampak untuk Indonesia, baik secara geopolitik, ekonomi, security, ataupun politik dalam negeri.
- Nostalgiawan mengatakan, ketika Indonesia masuk dalam pusaran konflik besar di Timur Tengah ini, maka politik bebas aktif Indonesia akan diuji.
- Dampak terhadap politik di dalam negeri, Nostalgiawan mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace akan memicu gelombang protes terhadap pemerintah, apalagi setelah konflik AS-Iran ini.
TRIBUNNEWS.COM - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nostalgiawan Wahyudhi, mengatakan bahwa konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran akan berdampak pada Indonesia.
Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan.
Operasi militer tersebut menyasar fasilitas yang disebut berkaitan dengan program nuklir, sistem rudal balistik, hingga pusat komando Garda Revolusi Iran.
Nostalgiawan pun mengatakan konflik ini berdampak untuk Indonesia, baik secara geopolitik, ekonomi, security, ataupun politik dalam negeri.
Secara geopolitik, kata Nostalgiawan, Indonesia memang bukan negara yang berhadapan langsung karena dari kawasan yang berbeda.
"Namun kiprah politik luar negeri dari Presiden Prabowo yang mengambil langkah berani menjadi bagian penting dari Board of Peace Indonesia menjadi cukup diperhitungkan," katanya kepada Tribunnews.com, Senin (2/3/2026).
"Apa lagi presiden menawarkan kita menjadi mediator dialog antara Iran dan AS. Ini langkah yang besar yang tentunya memiliki resiko besar juga," sambungnya.
Nostalgiawan mengatakan, ketika Indonesia masuk dalam pusaran konflik besar di Timur Tengah ini, maka politik bebas aktif Indonesia akan diuji.
Kemudian dampak secara ekonomi, jelas Nostalgiawan, perang Iran akan fluktuasi harga energi atau minyak, terutama dengan penutupan Selat Hormuz selama konflik.
"Lonjakan harga minyak akan menjadi tantangan ke depan, ekonomi internasional juga akan mengalami tekanan," paparnya.
Begitu pun dengan keamanan, menurut Nostalgiawan, keamanan kawasan juga akan terganggu, seperti penundaan atau penutupan penerbangan internasional, baik dari Indonesia ke Timur Tengah maupun sebaliknya.
Baca juga: Pemerintah RI Diminta Galang Kekuatan Internasional Hentikan Perang AS-Israel Vs Iran
"Hal ini berkaitan dengan human security, baik bagi WNI kita di area konflik, kedutaan, ataupun jemaah ziarah ke Jerusalem ataupun Umrah di Saudi," ujarnya.
"Karena eskalasi konflik meluas dengan serangan balasan Iran terhadap markas militer AS di berbagai negara teluk," tambah Nostalgiawan.
Selanjutnya dampak terhadap politik di dalam negeri, Nostalgiawan mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace akan memicu gelombang protes terhadap pemerintah, apalagi setelah konflik AS-Iran ini.