Senin, 11 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Lebanon Mencekam, Warga Kocar-Kacir Tinggalkan Rumah Hindari Perang Israel–Hizbullah

Lebanon mencekam! Ribuan warga mengungsi usai serangan udara Israel. 31 tewas, 149 luka. Risiko perang terbuka Israel–Hizbullah makin nyata.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Serangan udara Israel memicu kepanikan di Lebanon. Ribuan warga kalang kabut mencari tempat untuk mengungsi.
  • Eskalasi bermula dari serangan roket dan drone Hizbullah ke Israel utara sebagai balasan atas tewasnya Ali Khamenei. Israel membalas dengan gempuran ke Beirut, Lebanon selatan, dan Beqaa.
  • Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 31 tewas dan 149 luka-luka. Situasi ini meningkatkan risiko perang terbuka Israel–Hizbullah yang lebih luas.

TRIBUNNEWS.COM - Situasi di Lebanon berubah mencekam setelah gelombang serangan udara Israel memicu kepanikan besar di berbagai wilayah, Senin (2/3/2026).

Ribuan warga kocar-kacir meninggalkan rumah mereka menyusul peringatan evakuasi yang dikeluarkan militer Israel di tengah eskalasi konflik dengan Hizbullah.

Ketegangan ini memperbesar kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka Israel–Hizbullah yang dapat menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik lebih luas.

Militer Israel melalui juru bicaranya, Ella Waweya, meminta warga di lebih dari 50 kota dan desa di Lebanon selatan serta timur untuk segera menjauh minimal 1.000 meter dari tempat tinggal mereka.

“Demi keselamatan Anda, segera evakuasi rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter dari desa Anda ke area terbuka,” ujar Waweya dalam pernyataan resmi di platform X.

Tak lama setelah peringatan itu, eksodus massal terjadi dari Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah serta sejumlah wilayah di Lebanon selatan.

Jalan raya menuju Beirut macet total. Mobil dan sepeda motor berjejer panjang. Sebagian warga bahkan melarikan diri dengan berjalan kaki, membawa tas seadanya.

Puluhan sekolah dibuka sebagai tempat penampungan darurat. Beberapa keluarga terlihat bertahan di jalanan pusat kota dan kawasan tepi laut Beirut karena tidak memiliki tempat tujuan.

Seorang ayah dari tiga anak, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menggambarkan kepanikan yang terjadi saat serangan dimulai.

“Kami sedang duduk di rumah dan tiba-tiba ini terjadi. Kami terkejut dan segera berkemas, membangunkan anak-anak, dan masuk ke dalam mobil. Sekarang kami terjebak di jalan karena pengungsian besar-besaran dari selatan,” ujarnya.

Ia mengaku mengemudi tanpa tahu ke mana harus pergi.

“Kami lelah harus meninggalkan rumah dan tanah kami berulang kali,” katanya dengan nada letih.

Baca juga: Sosok Petinggi Hizbullah Mohammad Raad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon

Kronologi Eskalasi: Balas Dendam hingga Serangan Balasan

Mengutip dari The Middle East, eskalasi konflik bermula ketika Hizbullah meluncurkan serangan roket dan drone ke Israel utara sebagai “balas dendam” atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam operasi gabungan AS–Israel di Teheran.

Sebagai respons, Israel menggempur sejumlah titik strategis di Lebanon melalui serangan udara besar-besaran.

Target serangan meliputi Dahiyeh di pinggiran selatan Beirut, sejumlah kota di Lebanon selatan, hingga Lembah Beqaa di bagian timur negara itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved