Iran Vs Amerika Memanas
AS Desak Seluruh Warganya Segera Keluar dari 14 Negara Timur Tengah
Pemerintah AS meminta warganya untuk berangkat sesegera mungkin menggunakan segala sarana transportasi yang masih tersedia.
Sementara itu di Kuwait, warga AS diinstruksikan untuk tetap berada di dalam ruangan dan tak melakukan aktivitas di luar rumah.
Di Yordania, staf diplomatik bahkan sempat dievakuasi sementara pada hari Senin menyusul adanya ancaman keamanan.
Di Yerusalem, pihak kedutaan AS menyatakan bahwa mereka saat ini berada dalam posisi "lumpuh" dan tak dapat mengevakuasi atau secara langsung membantu warga Amerika untuk meninggalkan Israel.
Sementara itu, Bandara Ben Gurion di Tel Aviv juga masih ditutup tanpa opsi penerbangan komersial maupun sewaan.
Menanggapi situasi yang tak kondusif tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, ,memberikan tanggapannya melalui sebuah video yang diunggah di X.
Meski situasi di Timur Tengah saat ini tak begitu jelas, Rubi menegaskan komitmen pemerintah untuk mengevakuasi warganya.
"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan keamanan warga negara Amerika di mana pun di dunia," ujar Rubio.
Ketidakpastian bagi Warga AS di Timur Tengah
Baca juga: BRIN: RI Tak Punya Power di Timteng Meski Jadi Wakil Komandan ISF, Kecuali Berhasil Mediasi AS-Iran
Meskipun Departemen Luar Negeri telah membentuk satuan tugas khusus guna menjalankan komitmen Rubio untuk membantu warga negara AS, banyaknya penangguhan layanan rutin dan darurat di konsulat membuat warga di lapangan memiliki pilihan yang sangat terbatas.
Hal ini diungkapkan salah satu warga AS, Oliver Sims (24), seorang kreator konten asal Dallas yang terjebak di Doha.
Melalui wawancara dengan NBC News, Sims mengungkapkan sulitnya mendapatkan bantuan di Timur Tengah saat ini.
Saat menghubungi kedutaan, ia mendapatkan jawaban bahwa staf kewalahan menanggapi banyaknya panggilan darurat sehingga tak dapat memberikan instruksi evakuasi lebih lanjut.
"Mereka memiliki begitu banyak panggilan darurat yang masuk sehingga mereka harus menutup telepon saya," ujarnya kepada NBC News.
Meski demikian, Sims tetap berusaha tenang. Ia sempat berkomunikasi dengan kantor Senator John Cornyn yang memastikan bahwa pemerintah memantau lokasinya.
"Mereka mengatakan akan memberi tahu saya jika ada rencana untuk mengevakuasi warga negara AS," tambahnya.
Eskalasi Konflik dan Korban Jiwa
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa perang ini kemungkinan akan berlangsung selama satu bulan atau lebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kantor-departemen-luar-negeri-amerika-serikat.jpg)