Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Baru 4 Kapal Lolos dari Blokade Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi dan Pangan

Hanya 4 kapal tembus blokade Selat Hormuz, distribusi energi global terganggu dan ancaman krisis pangan makin nyata.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Empat kapal berhasil menembus blokade Selat Hormuz di tengah konflik Iran.
  • Distribusi energi global masih terganggu dan harga minyak melonjak.
  • Ancaman krisis pangan meningkat akibat hambatan jalur pupuk dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Hanya empat kapal dilaporkan berhasil menembus blokade di Selat Hormuz di tengah konflik Iran, menandai terbatasnya pemulihan jalur energi global.

Laporan The Guardian, dikutip Sabtu (4/4/2026), menyebut satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis CMA CGM dan tiga kapal tanker terkait Oman telah keluar dari Teluk meski risiko keamanan masih tinggi.

Financial Times melaporkan kapal CMA CGM Kribi menjadi kapal pertama dari perusahaan pelayaran Barat yang melintasi selat sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Kapal berbendera Malta tersebut terdeteksi mengaktifkan transponder di dekat Dubai sebelum melintas melalui rute sekitar Pulau Larak di dekat pantai Iran.

Tiga kapal tanker lainnya, termasuk LNG Sohar milik Mitsui OSK Lines, juga dilaporkan berhasil melewati jalur tersebut.

BBC menegaskan kapal ini menjadi yang pertama dari perusahaan besar Eropa Barat yang menembus jalur vital sejak konflik Iran dengan AS-Israel memanas.

Jalur Energi Dunia Masih Tersendat

Meski Iran menyatakan kapal “tidak bermusuhan” dapat melintas, serangan sebelumnya membuat aktivitas pelayaran global anjlok tajam.

Data menunjukkan kapal-kapal yang melintas memilih jalur dekat pantai Oman untuk menghindari ancaman keamanan.

Selat Hormuz sendiri mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan langsung memicu lonjakan harga energi global.

Baca juga: Macron Dukung Kedaulatan Iran, Kapal Prancis Lancar Jaya Lewat Selat Hormuz

Ancaman Krisis Pangan Menguat

Selain energi, dampak juga menjalar ke sektor pangan karena sekitar sepertiga perdagangan bahan baku pupuk dunia melewati jalur tersebut.

Lloyd’s List mencatat sekitar 200 kapal sempat terjebak saat konflik memuncak, sementara lalu lintas turun hingga 95 persen dari kondisi normal.

Meski demikian, data BBC Verify menunjukkan sekitar 100 kapal masih berhasil melintas hingga akhir Maret dalam jumlah terbatas.

Tekanan Global ke Iran Meningkat

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper menyatakan diperlukan langkah internasional terkoordinasi untuk menekan Iran membuka kembali selat.

Ia juga menolak wacana pungutan biaya tinggi bagi kapal yang melintas, yang disebut sebagai “gerbang tol Teheran”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved