Iran Vs Amerika Memanas
AS Desak Seluruh Warganya Segera Keluar dari 14 Negara Timur Tengah
Pemerintah AS meminta warganya untuk berangkat sesegera mungkin menggunakan segala sarana transportasi yang masih tersedia.
Ringkasan Berita:
- AS mendesak warganya di 14 negara Timur Tengah segera pergi menggunakan segala jenis transportasi yang tersedia pasca-serangan AS-Israel ke Iran
- Sementara itu, banyak kedutaan dan konsulat AS (seperti di Bahrain, Kuwait, dan Yordania) menutup layanan atau mengevakuasi staf, sehingga warga AS yang terjebak memiliki pilihan bantuan yang sangat terbatas
- Bandara utama di wilayah Teluk (Dubai, Abu Dhabi, Doha) dan Ben Gurion di Tel Aviv juga dilaporkan ditutup, sehingga sulitkan upaya evakuasi
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada hari Senin waktu setempat (2/3/2026) secara resmi mendesak seluruh warganya di kawasan Timur Tengah untuk segera melakukan evakuasi mandiri.
Instruksi ini dikeluarkan menyusul kekhawatiran serius terkait keamanan pasca-serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akhir pekan lalu.
Serangan tersebut tidak hanya memicu eskalasi militer, tetapi juga menyebabkan gangguan masif pada operasional kedutaan besar dan konsulat Amerika Serikat di seluruh kawasan.
Sebagai respons atas pembalasan Iran, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keras kepada warganya di 14 negara Timur Tengah.
Adapun negara yang dimaksud adalah:
- Bahrain,
- Mesir,
- Iran,
- Irak,
- Israel (termasuk Tepi Barat dan Gaza),
- Yordania,
- Kuwait,
- Lebanon,
- Oman,
- Qatar,
- Arab Saudi,
- Suriah,
- Uni Emirat Arab,
- Yaman.
Peringatan ini merupakan bagian dari "kewaspadaan global" yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri sejak Sabtu lalu (28/2/2026), menyusul intervensi AS dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran.
Pemerintah AS sejauh ini tidak mengungkapkan jumlah pasti warga negaranya yang berada di kawasan tersebut.
Fokus pemerintah AS sendiri saat ini adalah memastikan bahwa semua warganya yang berada di kawsan tersebut untuk segera pergi
"Departemen Luar Negeri mendesak warga Amerika untuk SEGERA PERGI dari negara-negara di bawah ini menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena adanya risiko keselamatan yang serius," tulis Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, melalui platform X pada Senin waktu setempat.
Pemerintah AS meminta warganya untuk berangkat sesegera mungkin menggunakan segala sarana transportasi yang masih tersedia.
Baca juga: Pakar Ungkap Potensi Negara-negara Timur Tengah Ikut Memerangi Iran
Namun demikian , upaya evakuasi menghadapi kendala besar di lapangan.
Hal ini terjadi lantaran banyak bandara di seluruh kawasan timur tengah melaporkan penutupan operasional akibat serangan udara yang terus berlanjut.
Bandara internasional yang menjadi poin vital penerbangan di Timur Tengah seprti di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha juga diktehui telah menutup semua aktivitasnya saat ini tanpa batas waktu yang ditentukan.
Dampak Operasional Diplomatik dan Keamanan
Kondisi keamanan kawasan Timur Tengah yang memburuk juga memaksa penyesuaian drastis pada pos-pos diplomatik AS.
Hal ini bisa dilihat dari Kedutaan Besar AS di Bahrain yang saat ini telah ditutup.
Sementara itu di Kuwait, warga AS diinstruksikan untuk tetap berada di dalam ruangan dan tak melakukan aktivitas di luar rumah.
Di Yordania, staf diplomatik bahkan sempat dievakuasi sementara pada hari Senin menyusul adanya ancaman keamanan.
Di Yerusalem, pihak kedutaan AS menyatakan bahwa mereka saat ini berada dalam posisi "lumpuh" dan tak dapat mengevakuasi atau secara langsung membantu warga Amerika untuk meninggalkan Israel.
Sementara itu, Bandara Ben Gurion di Tel Aviv juga masih ditutup tanpa opsi penerbangan komersial maupun sewaan.
Menanggapi situasi yang tak kondusif tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, ,memberikan tanggapannya melalui sebuah video yang diunggah di X.
Meski situasi di Timur Tengah saat ini tak begitu jelas, Rubi menegaskan komitmen pemerintah untuk mengevakuasi warganya.
"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan keamanan warga negara Amerika di mana pun di dunia," ujar Rubio.
Ketidakpastian bagi Warga AS di Timur Tengah
Baca juga: BRIN: RI Tak Punya Power di Timteng Meski Jadi Wakil Komandan ISF, Kecuali Berhasil Mediasi AS-Iran
Meskipun Departemen Luar Negeri telah membentuk satuan tugas khusus guna menjalankan komitmen Rubio untuk membantu warga negara AS, banyaknya penangguhan layanan rutin dan darurat di konsulat membuat warga di lapangan memiliki pilihan yang sangat terbatas.
Hal ini diungkapkan salah satu warga AS, Oliver Sims (24), seorang kreator konten asal Dallas yang terjebak di Doha.
Melalui wawancara dengan NBC News, Sims mengungkapkan sulitnya mendapatkan bantuan di Timur Tengah saat ini.
Saat menghubungi kedutaan, ia mendapatkan jawaban bahwa staf kewalahan menanggapi banyaknya panggilan darurat sehingga tak dapat memberikan instruksi evakuasi lebih lanjut.
"Mereka memiliki begitu banyak panggilan darurat yang masuk sehingga mereka harus menutup telepon saya," ujarnya kepada NBC News.
Meski demikian, Sims tetap berusaha tenang. Ia sempat berkomunikasi dengan kantor Senator John Cornyn yang memastikan bahwa pemerintah memantau lokasinya.
"Mereka mengatakan akan memberi tahu saya jika ada rencana untuk mengevakuasi warga negara AS," tambahnya.
Eskalasi Konflik dan Korban Jiwa
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa perang ini kemungkinan akan berlangsung selama satu bulan atau lebih.
Serangan gabungan AS-Israel telah menghantam berbagai target strategis, termasuk fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, serta landasan pacu militer.
Pihak berwenang AS-Israel juga telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut.
Hingga saat ini, tercatat enam anggota militer AS tewas dalam tugas dan 18 lainnya mengalami luka serius.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas dan sekitar 700 orang terluka di Iran akibat konflik tersebut.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kantor-departemen-luar-negeri-amerika-serikat.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.