Iran Vs Amerika Memanas
Trump Siapkan Serangan Darat, Iran Terancam Perang Habis-habisan
Trump berencana kirim pasukan darat ke Iran usai Operasi Epic Fury. Konflik terancam meluas, publik AS waspada eskalasi perang besar.
Situasi di kawasan kini terus dipantau komunitas internasional. Kekhawatiran meningkat bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran dapat berkembang menjadi konflik terbuka berskala besar yang melibatkan lebih banyak pihak.
Dukungan Publik Amerika Terbelah
Pasca Trump menginstruksikan serangan ke Iran, dukungan publik terhadap langkah militer tersebut terpecah.
Survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 27 persen warga Amerika mendukung serangan tersebut, sementara 43 persen menolak dan sisanya tidak menyatakan sikap.
Sementara itu, jajak pendapat yang dirilis CNN bersama lembaga riset SSRS menunjukkan 41 persen responden menyetujui langkah militer terbaru, sedangkan 59 persen menolak.
Banyak warga khawatir perang akan menarik lebih banyak korban dan memperpanjang keterlibatan militer di wilayah yang jauh dari kepentingan langsung domestik.
Menanggapi hasil survei tersebut, Trump menepis anggapan bahwa dukungan publik menjadi faktor penentu kebijakan.
“Saya harus melakukan hal yang benar. Ini bukan soal jajak pendapat. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan konflik AS–Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu perdebatan tajam di dalam negeri Amerika Serikat mengenai arah kebijakan luar negeri dan risiko keterlibatan militer yang lebih dalam yang berpotensi tatanan geopolitik yang lebih kompleks.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-saat-mengumumkan-peluncuran-TrumpRX.jpg)