Sabtu, 9 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump: AS Putus Semua Hubungan Dagang dengan Spanyol yang Usir Militer AS Saat Serang Iran

Spanyol menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka untuk misi yang terkait dengan serangan terhadap Iran.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
TOLAK BANTU AS - Bendera Spanyol dan Amerika Serikat (AS). Hubungan kedua negara sekutu ini memanas setelah Spanyol menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Sebagai balasan, AS memutuskan semua hubungan dagang dengan Spanyol. 

"Kami menolak bencana ini," tambahnya, seraya mencatat kalau  "banyak pemerintah lain" yang memiliki posisi yang sama dengan Madrid, bersama dengan "jutaan warga di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah yang tidak menginginkan lebih banyak perang dan tidak menginginkan masa depan yang didasarkan pada ketidakpastian."

Sanchez menyoroti dampak negatif tidak langsung dari perang Irak, mulai dari meningkatnya "terorisme militan" hingga kenaikan harga energi, dan mengatakan bahwa konsekuensi dari serangan terhadap Iran membawa tingkat ketidakpastian yang sama, dan bahwa hal itu tidak akan mengarah pada tatanan internasional yang lebih adil.

Trump menggambarkan Spanyol sebagai sekutu yang "mengerikan" ketika ia bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih pada hari Selasa.

Ia mencatat bahwa Sanchez menolak untuk bergabung dengan janji anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 5 persen dari PDB atas permintaan Trump, yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat menanggung terlalu banyak beban aliansi tersebut.

Kritik terhadap Posisi Jerman

Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan bahwa Madrid telah menyampaikan kepada Jerman bahwa mereka "terkejut" dengan komentar Kanselir Friedrich Merz di Gedung Putih, yang tampaknya mendukung ancaman Presiden Trump untuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Spanyol.

"Saya tidak bisa membayangkan bahwa salah satu dari (mantan) kanselir, Angela Merkel atau Olaf Scholz, akan membuat komentar seperti itu," kata Alvarez dalam sebuah wawancara dengan televisi Spanyol.

Mertz mengatakan pada hari Selasa bahwa Spanyol "perlu dibujuk untuk menyetujui tujuan NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan menjadi 3,5?ri PDB."

Sementara itu, Komisi Eropa menyatakan kes readinessannya untuk membela kepentingan Uni Eropa setelah Presiden Trump mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol karena menolak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.

"Kami sepenuhnya bersolidaritas dengan semua negara anggota dan semua warga negara, dan kami siap melalui kebijakan perdagangan bersama kami untuk melindungi kepentingan Uni Eropa," kata juru bicara Komisi Olof Gell dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap ancaman Trump.

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved