Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump Isyaratkan Incar Siapa Pun Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target serangan.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target agresi militer AS–Israel, menyusul tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara.
  • Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya
  • Sementara pemakaman kenegaraan Khamenei ditunda karena perkiraan jumlah pelayat yang sangat besar.


TRIBUNNEWS.COM – Presiden AS, Donald Trum  mengatakan para pemimpin Iran berikutnya akan terus tewas dalam agresi militer AS–Israel yang sedang berlangsung.

“Kepemimpinan mereka dengan cepat menghilang. Setiap orang yang ingin menjadi pemimpin pada akhirnya akan tewas,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Perjanjian India, Gedung Putih, Rabu (4/3/2026).

“Rudal-rudal mereka dihancurkan dengan cepat. Peluncur-peluncur mereka juga dihancurkan,” tambahnya.

Pemimpin Iran selama kurang lebih 37 tahun, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara AS–Israel pada Sabtu (28/2/2026) di Teheran.

“Saya membunuhnya sebelum dia membunuh saya,” kata Trump kepada ABC News mengenai kematian Khamenei.

Nama putra kedua Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, kemudian muncul sebagai calon kuat penerus Pemimpin Tertinggi Iran.

Seorang ulama tingkat menengah yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi elit Iran, Mojtaba yang berhaluan keras disebut sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di kalangan ulama Iran, mengutip Reuters.

Selama bertahun-tahun, ia dipandang sebagai salah satu kandidat utama untuk menggantikan ayahnya.

Iran akan secara resmi mengumumkan penerus Ali Khamenei setelah pemakamannya.

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan 7 Lebih Radar yang Buat AS Buta, CENTCOM Bungkam, IRGC Targetkan Titik Vital

PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Mojtaba Khamenei bersama anak-anaknya pada Hari Quds tahun 2018. (Kantor Berita Tasnim, CC BY 4.0, melalui Wikimedia Commons)
PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Mojtaba Khamenei bersama anak-anaknya pada Hari Quds tahun 2018. (Kantor Berita Tasnim, CC BY 4.0, melalui Wikimedia Commons) (Wikimedia)

Pemakaman Ditunda

Iran mengumumkan bahwa upacara pemakaman kenegaraan untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang semula direncanakan pada Rabu (4/3/2026) malam di Teheran, ditunda.

“Upacara perpisahan untuk Imam yang gugur telah ditunda. Tanggal baru akan diumumkan kemudian,” ujar televisi pemerintah yang dikutip CNA.

Sebelumnya pada Rabu pagi, pihak berwenang menyatakan penghormatan terakhir akan berlangsung pada Rabu malam di Teheran sebelum jenazah Khamenei dimakamkan di kota suci Mashhad, tempat asalnya.

Namun, serangan udara terus menghantam Teheran sejak Sabtu (28/2/2026), dengan rudal menargetkan infrastruktur militer dan pemerintahan.

Pihak berwenang tidak mengaitkan penundaan tersebut dengan situasi keamanan.

“Hal ini sebagian disebabkan oleh perkiraan partisipasi jutaan orang dan kebutuhan untuk menyediakan infrastruktur yang memadai bagi kerumunan sebesar itu,” kata Mohsen Mahmoudi, kepala Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Teheran, badan yang menyelenggarakan acara tersebut, kepada televisi pemerintah.

Update Terkini Perang Iran vs Israel–AS

Mengutip The Guardian, berikut poin-poin terbaru terkait serangan terhadap Iran.

  • Pemboman di Sekolah Iran

Gedung Putih menolak menjawab pertanyaan mengenai keterlibatan AS dalam pemboman sekolah di Iran.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt menepis pertanyaan seorang reporter terkait dugaan keterlibatan AS dalam serangan terhadap sekolah dasar putri di Iran yang menewaskan 175 orang. 

Leavitt menyebut Pentagon sedang menyelidiki insiden tersebut.

  • Posisi Spanyol

Dalam konferensi pers Gedung Putih pada Rabu, Leavitt mengatakan Spanyol setuju untuk bekerja sama dalam operasi AS di Timur Tengah.

Namun, tak lama kemudian, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah, pemboman di Iran, dan penggunaan pangkalan kami tidak berubah sedikit pun.

  • Operasi Darat

Leavitt tidak mengesampingkan kemungkinan pasukan AS berada di Iran

“Mereka bukan bagian dari rencana operasi ini saat ini,” kata Leavitt.

“Namun, saya tidak akan pernah mengesampingkan opsi militer atas nama presiden Amerika Serikat, dan dia dengan bijak tidak melakukan hal yang sama untuk dirinya sendiri.”

  • Gangguan Penerbangan

Emirates menyatakan seluruh penerbangan terjadwal ke dan dari Dubai tetap ditangguhkan hingga pukul 23.59 waktu UEA pada 7 Maret, menyusul penutupan wilayah udara di kawasan tersebut.

  • Ketegangan di Irak

Laporan juga masuk bahwa milisi Kurdi Iran telah melancarkan serangan darat di barat laut Iran.

Tak lama kemudian, kantor berita Tasnim membantah laporan itu.

Wakil kepala staf perdana menteri wilayah Kurdistan Irak menyatakan bahwa tidak ada satu pun warga Kurdi Irak yang menyeberangi perbatasan.

Departemen Luar Negeri AS mendesak warga negara AS yang berada di Irak untuk segera meninggalkan negara itu.

Akun resmi urusan konsuler departemen tersebut di X menulis pada Rabu bahwa warga negara AS di Irak sangat dianjurkan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan untuk bepergian dengan aman, dan tetap berada di tempat tinggal mereka hingga kondisi memungkinkan untuk pergi dengan aman.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved