Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Strategi Perang Ala 'Cumi-cumi' Diterapkan Iran hingga Merepotkan AS-Israel

Iran tidak hanya mengandalkan kekuatan militer langsung tetapi juga menjalankan strategi lebih kompleks menghadapi AS-Israel.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/
PERANG IRAN - Info grafis peta kekuatan perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. TRIBUNNEWS 

Ringkasan Berita:
  • Perang Iran Vs AS-Israel telah berjalan enam hari.
  • Namun belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.
  • Bahkan Iran semakin agresif  terus menyerang semua aset AS yang berada di Timur Tengah seperti kantor kedutaan, pusat data hingga pangkalan militer.
  • Di balik itu, Iran memainkan strategi perang ala 'cumi-cumi' yang membuat AS dan Israel tampak kelimpungan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Iran dikeroyok Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Enam hari berjalan, AS-Israel masih belum bisa menaklukkan Iran.

Bahkan AS-Israel terkesan kelimpungan setelah sejumlah aset penting mereka di Timur Tengah porak-poranda oleh rudal dan drone yang dijatuhkan Iran.

Strategi perang 'cumi-cumi'

Lalu apa yang membuat Iran  terkesan masih di 'atas angin'?

Ternyata Iran tidak hanya mengandalkan kekuatan militer langsung tetapi juga menjalankan strategi yang lebih kompleks untuk menghadapi serangan AS-Israel.

Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efata Filomeno Borromeo, menyebut pendekatan Iran dalam konflik saat ini sebagai “strategi cumi-cumi”.

Militer Iran menyebarkan tekanan ke berbagai arah dengan menyerang sejumlah aset penting AS-Israel di Qatar, Bahrain, UEA, dan Arab Saudi seperti pangkalan militer, pusat data hingga kedutaan AS di negara itu.

Perhatian AS-Israel terbelah sehingga memaksa Presiden AS Donald Trump untuk mengevakuasi warga AS di  Timur Tengah. 

Tujuan Iran jelas untuk membingungkan lawan dan mengurangi dampak serangan langsung.

“Ketika tubuh besarnya sulit bergerak karena dihajar, cumi-cumi biasanya mengeluarkan tinta pekat ke segala arah dan akhirnya membingungkan musuh yang ada,” kata Efata, Rabu (4/3/2026) dikutip dari Kompas.TV.

Menurutnya, analogi tersebut dapat menggambarkan cara Iran merespons tekanan militer AS dan Israel yang dalam beberapa waktu terakhir melancarkan berbagai serangan ke wilayah Iran.

Efata menilai Iran berupaya menyebarkan tekanan ke berbagai titik konflik di kawasan Timur Tengah agar lawannya tidak dapat fokus pada satu medan pertempuran saja.

Strategi ini terlihat dari pola serangan balasan Iran yang menyasar berbagai target di kawasan Teluk serta peningkatan aktivitas militer di sejumlah wilayah yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.

Dengan menyebarkan tekanan tersebut, Iran dinilai mencoba memperluas ruang manuvernya sekaligus menguji ketahanan lawan dalam menghadapi konflik berkepanjangan.

Lalu kapan perang akan berakhir?

Pakar Strategi Militer, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati, menilai perang Iran Vs AS-Israel  kemungkinan tidak akan berakhir dengan kemenangan militer mutlak, melainkan ketika salah satu pihak tidak lagi mampu menopang logistik perang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved