Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

CENTCOM Buru Peluncur Rudal Bergerak Iran, Kekuatan Misil Balistik Diklaim Turun 86 Persen

CENTCOM juga mengklaim telah memangkas kemampuan peluncuran drone Iran sampai 73 persen.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
MANUVER UDARA - Pesawat tempur F-22 Raptor Amerika Serikat (AS) melakukan manuver di udara. United States Central Command (CENTCOM) menyatakan memburu peluncur rudal bergerak Iran. Melalui akun media sosial resminya di X, CENTCOM menyatakan upaya terus berlanjut dan menghancurkan ancaman itu dengan presisi. 

Ringkasan Berita:
  • United States Central Command (CENTCOM) menyatakan memburu peluncur rudal bergerak Iran.
  • Melalui akun media sosial resminya di X, CENTCOM menyatakan upaya terus berlanjut dan menghancurkan ancaman itu dengan presisi.
  • CENTCOM juga mengklaim telah memangkas kemampuan peluncuran drone Iran sampai 73 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - United States Central Command (CENTCOM) menyatakan memburu peluncur rudal bergerak Iran.

Melalui akun media sosial resminya di X, CENTCOM menyatakan upaya terus berlanjut dan menghancurkan ancaman itu dengan presisi.

Baca juga: IRGC: 100 Personel Militer AS di Dubai Tewas, CENTCOM: 17 Kapal Perang Iran Hancur

CENTCOM juga merilis sevuah video yang menunjukkan ledakan terhadap sejumlah truk secara bergantian.

"Upaya untuk melenyapkan kemampuan peluncuran rudal bergerak rezim Iran terus berlanjut. Kami menemukan dan menghancurkan ancaman-ancaman ini dengan presisi yang mematikan," tulis CENTCOM pada Kamis (5/3/2026).

Baca juga: AS Mode Siap Tempur, Komandan CENTCOM Sudah Siapkan Opsi untuk Serang Iran

Selain itu, pada unggahan lainnya CENTCOM juga mengklaim telah memangkas kemampuan peluncuran rudal balistik Iran hingga 86 persen.

CENTCOM juga mengklaim telah memangkas kemampuan peluncuran drone Iran sampai 73 persen.

"Dalam waktu empat hari, pasukan AS telah memangkas kemampuan peluncuran drone Iran sampai 73 persen dan peluncuran rudal laistik sampai 86 persen," tulis CENTCOM.

Akan tetapi, dilansir dari BBC, militer Israel menyatakan Iran telah meluncurkan beberapa rudal ke wilayah pendudukan Israel pada Kamis (5/3/2026) dini hari.

Namun demikian, belum ada laporan segera terkait korban dari serangan tersebut.

Kantor Berita AFP melalui akun media sosial X juga menyatakan reporternya mendengar sejumlah ledakan di Yerusalem pada Kamis (5/3/2026) setelah peringatan kedatangan rudal Iran berbunyi.

CSIS Missile Defense Project pada Selasa (3/3/2026) menyebut Iran mengoperasikan arsenal rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah.

Iran diperkirakan memiliki ribuan rudal balistik dan jelajah.

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan 7 Lebih Radar yang Buat AS Buta, CENTCOM Bungkam, IRGC Targetkan Titik Vital

Bahkan, beberapa di antaranya diperkirakan mampu menjangkau sejauh Israel dan Eropa Timur.

CSIS Missile Defense Project hingga Maret 2026 mengungkap Iran telah mengembangkan 15 jenis rudal mematikan dengan beragam variasi jarak jangkau.

Ada di antaranya yang diklaim mampu menjangkau jarak 2 ribu kilometer atau setara jarak perjalanan darat dari Jakarta ke Kota Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh (2.038 km).

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved