Konflik Rusia Vs Ukraina
Setelah AS-Iran Damai, Trump Mungkin Fokus Lagi ke Perang Rusia-Ukraina
Sumber internal KTT G7 mengungkap bahwa Presiden AS Trump mungkin akan kembali fokus ke Rusia Ukraina setelah tercapainya kesepakatan AS-Iran.
Ringkasan Berita:
- Kesepakatan sementara antara AS dan Iran memungkinkan para pemimpin G7 kembali memusatkan perhatian pada perang Rusia-Ukraina dalam KTT di Prancis.
- Menurut sumber yang dekat dengan pertemuan tersebut, negara anggota G7 menunjukkan kesepahaman yang kuat untuk terus meningkatkan dukungan kepada Ukraina dan memperbesar tekanan terhadap Rusia.
- Para pemimpin juga menilai belum ada tanda-tanda jelas bahwa Moskow siap menjalani negosiasi damai secara serius.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.575 pada Rabu (17/6/2026).
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang berhasil dicapai menjelang penandatanganan resmi pada 19 Juni 2026 dinilai membuka ruang bagi para pemimpin negara-negara G7 untuk kembali memusatkan perhatian pada perang Rusia-Ukraina.
Menurut sumber yang dekat dengan KTT G7 dan dikutip oleh Suspilny, para pemimpin menunjukkan tingkat kesepahaman yang tinggi terkait dukungan terhadap Ukraina.
Mereka menilai bantuan kepada Kyiv tidak hanya perlu dipertahankan, tetapi juga diperkuat di tengah belum adanya tanda-tanda nyata bahwa Rusia siap menjalani perundingan damai secara serius.
"Perkembangan positif terkait kesepakatan AS-Iran telah memungkinkan para pemimpin untuk kembali memfokuskan seluruh perhatian mereka pada Ukraina," ujar sumber tersebut, Selasa (16/6/2026).
Ia menambahkan bahwa hampir tidak ada perbedaan pandangan yang berarti di antara para pemimpin G7.
Meski terdapat beberapa perbedaan sudut pandang, secara umum mereka memiliki posisi yang selaras mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk mendukung Ukraina.
Sumber tersebut juga menyebut para pemimpin G7 mengapresiasi perkembangan yang dicapai Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama setahun terakhir sejak KTT sebelumnya.
Bahkan Presiden AS Donald Trump disebut mengakui bahwa situasi telah berubah dan kini siap kembali terlibat aktif dalam pembahasan mengenai Ukraina.
Diskusi dalam KTT G7 kali ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pertahanan Ukraina serta upaya memperbesar tekanan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Zelenskyy Tantang Putin Bertemu Langsung, Bahas Nasib Perang Rusia-Ukraina
Para peserta juga dikabarkan sepakat bahwa strategi saat ini bukan memperdebatkan format negosiasi, melainkan meningkatkan tekanan agar Moskow terdorong menuju penyelesaian konflik.
"Strategi yang tepat saat ini adalah meningkatkan tekanan, bukan membahas format negosiasi dan siapa yang akan duduk di meja perundingan," kata sumber tersebut.
Selain itu, para pemimpin G7 disebut memiliki pandangan yang sama mengenai perlunya memperketat sanksi, khususnya di sektor energi Rusia.
Sebelumnya, AFP juga melaporkan bahwa negara-negara G7 sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow melalui sanksi energi tambahan.
KTT G7 sendiri berlangsung di kota resor Evian-les-Bains, Prancis, di tepi Danau Jenewa, pada 15–17 Juni 2026. Selain membahas perang Rusia-Ukraina, para pemimpin juga menyoroti perkembangan hubungan AS-Iran, termasuk rencana penandatanganan perjanjian sementara dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-DAN-Z3L3NSKYY-345353.jpg)