Iran Vs Amerika Memanas
Iran Kian Genting, KBRI Tehran Mulai Evakuasi Seluruh WNI Via Jalur Darat
Iran kian genting! KBRI Tehran mulai evakuasi bertahap WNI via jalur darat 10 jam ke Azerbaijan. Ruang udara ditutup, 15 orang siap pulang.
Ringkasan Berita:
- Pengumuman Resmi: KBRI Tehran instruksikan seluruh WNI segera melapor untuk koordinasi teknis, jadwal, dan titik kumpul evakuasi.
- Jalur Darat: Akibat penutupan ruang udara, 15 WNI di Tehran disiapkan menempuh perjalanan darat 10 jam menuju Baku, Azerbaijan.
- Instruksi Menlu: Atas arahan Presiden Prabowo, evakuasi diprioritaskan bagi warga yang telah menyatakan kesediaan demi alasan keamanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran resmi mengumumkan dimulainya proses evakuasi bertahap bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Iran.
Pengumuman ini dikeluarkan menyusul eskalasi situasi keamanan yang kian genting di kawasan Timur Tengah.
Melalui unggahan resmi di akun media sosialnya pada Rabu (4/3/2026), KBRI Tehran menegaskan bahwa keselamatan warga negara menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia saat ini.
"Menyusul perkembangan situasi terkini, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menyelenggarakan evakuasi bertahap bagi seluruh WNI di wilayah Iran," tulis KBRI Tehran, dikutip Kamis (5/3/2026).
KBRI meminta para WNI yang berada di Iran untuk segera melakukan kontak guna koordinasi teknis, jadwal, dan titik kumpul melalui grup komunikasi resmi.
Meski proses evakuasi dimulai, KBRI mengingatkan bahwa pelayanan kedutaan tetap berjalan normal untuk bantuan kekonsuleran dan perlindungan di wilayah akreditasi.
Bagi WNI yang menghadapi keadaan mendesak, pemerintah menyiagakan layanan hotline KBRI Tehran di nomor: +98 902 466 8889.
Seluruh warga diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan terus memantau arahan resmi pemerintah RI.
"Mari kita saling menjaga komunikasi antar sesama WNI agar proses ini dapat berjalan dengan lancar," tulis pihak KBRI.
Evakuasi 10 Jam via Jalur Darat ke Baku
Menlu RI Sugiono mengungkapkan, tertutupnya akses udara di wilayah konflik kini menjadi tantangan utama di lapangan.
Kondisi ini memaksa pemerintah mengambil opsi perjalanan darat dari Tehran menuju Baku, Azerbaijan, sebagai jalur paling memungkinkan untuk memulangkan warga.
Saat ini, tercatat 15 WNI di Tehran telah menyatakan kesediaan untuk dievakuasi. Mereka dijadwalkan menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam menuju perbatasan Azerbaijan.
"Ini sedang diatur jadwalnya, karena ruang udara juga ditutup. Jika evakuasi dari Tehran, mereka harus dibawa ke Baku. Perlu dihitung logistiknya, kondisi kesehatan mereka, dan segala macam. Jadi tidak bisa dilakukan secara instan detik itu juga," ujar Sugiono di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam.
Baca juga: AS Uji Coba Rudal Kiamat Minuteman III yang Mampu Membawa Hulu Ledak Nuklir, Bisa Jangkau Iran
Opsi Evakuasi Berbasis Kesediaan
Menteri Sugiono menekankan bahwa evakuasi ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, namun tetap berbasis pada kesediaan masing-masing WNI. Pemerintah tidak akan memaksakan pemulangan bagi warga yang memilih untuk tetap tinggal.
"Yang minta evakuasi kita evakuasi. Tidak mungkin orang yang tidak mau dipindahkan, kita pindahkan," tegas Sugiono.