Iran Vs Amerika Memanas
Daftar Negara yang Evakuasi Warganya Imbas Konflik di Timur Tengah, Indonesia hingga China
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mulai mengevakuasi WNI dari Iran mulai hari ini, Jumat (6/3/2026).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memicu ketegangan di Timur Tengah.
Akibat serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), kini sedikitnya 1.230 orang meninggal dunia, menurut Bulan Sabit Merah.
Selain korban jiwa, bangunan berupa fasilitas layanan hingga medis Teheran turut hancur akibat serangan AS.
Ketegangan di Timur Tengah pun meningkat hingga terdapat penutupan ruang udara serta pembatalan sejumlah jadwal penerbangan.
Hal tersebut, memicu perhatian pemerintah Indonesia terhadap warganya. Sejumlah negara tetangga turut mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran hari ini, Jumat (6/3/2026).
Pun Singapura, mereka akan mengoperasikan dua penerbangan repatriasi dari Muscat untuk memulangkan warganya yang terjebak di Timur Tengah.
Daftar Negara yang Evakuasi Warganya Imbas Konflik di Timur Tengah
1. Indonesia
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan pemerintah akan mengevakuasi warga dari Iran.
Menurutnya, proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) tahap pertama dimulai pada Jumat (6/3/2026), hari ini.
Sebanyak 32 WNI akan dipulangkan melalui jalur darat menuju Baku, ibu kota Azerbaijan pada gelombang pertama ini.
“Terkait rencana evakuasi WNI di Iran, tentunya mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini dan tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan. Untuk sementara ini 32 orang,” kata Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Partai Komunis Israel Kecam Agresi ke Iran, Sebut Israel Jadi Instrumen Imperialisme AS
Lebih lanjut, Heni menjelaskan, jalur evakuasi akan ditempuh melalui perjalanan darat dari Iran menuju Baku dengan jarak sekitar 800 kilometer.
Perjalanan tersebut, diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam dengan melintasi perbatasan Astara.
Namun, pemerintah menegaskan rute evakuasi masih dapat berubah menyesuaikan kondisi keamanan di lapangan.
Kemudian, terkait kemungkinan evakuasi lanjutan atau gelombang kedua, pemerintah akan menyesuaikannya dengan perkembangan situasi keamanan, serta kesiapan dan keinginan WNI di Iran.