Iran Vs Amerika Memanas
Dewan Iran Rapat Soal Pemimpin Baru, Kecam Trump yang Mau Ikut Campur
Dewan Iran rapat soal Pemimpin Tertinggi baru Iran. Mereka mengecam Trump yang mau ikut campur dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi.
Ringkasan Berita:
- Dewan Kepemimpinan Sementara Iran mengadakan pertemuan darurat untuk membahas rencana pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru.
- Rapat tersebut sekaligus menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin ikut campur dalam pemilihan di Iran.
- Iran belum mengumumkan kapan dan bagaimana pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru dilaksanakan.
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Kepemimpinan Sementara Iran bertemu di bawah kepimpinan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Jumat (6/3/2026).
Dewan kepemimpinan sementara Iran meliputi Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Kehakiman Gholam Hossein Mohseni Ejei, dan ulama Ayatollah Ali Reza Arafi.
Mereka membahas bagaimana menyelenggarakan pertemuan Dewan Pakar Kepemimpinan, yang bertanggung jawab untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru dan menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Dewan Sementara menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pemilihan pemimpin masa depan negara itu.
"Kata-kata Trump mengungkapkan tujuan jahat musuh dalam perang ini, dan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah membiarkan siapa pun ikut campur dalam urusan mereka, tetapi akan membuat musuh Amerika dan Zionis bertekuk lutut melalui keteguhan dan perlawanan mereka," kata dewan tersebut dalam pernyataan yang dilaporkan Tasnim News.
Dalam pertemuan itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, Ali Larijani, menyampaikan laporan tentang perkembangan terbaru dalam perang kepada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Pertemuan tersebut juga merencanakan pembentukan Dewan Pakar Kepemimpinan dan pengenalan pemimpin baru.
Pernyataan tersebut tidak memberikan jangka waktu untuk pemilihan Pemimpin Tertinggi, dan juga tidak menunjukkan apakah Majelis Pakar akan mengadakan pertemuan secara langsung atau daring untuk pemungutan suara.
Bangunan-bangunan yang terkait dengan Majelis Pakar, sebuah badan keagamaan beranggotakan 88 orang, menjadi sasaran selama serangan udara Israel.
Selain itu, Dewan Sementara Iran telah memutuskan untuk memperkuat angkatan bersenjata dan memberi mereka dukungan yang kuat dalam pertempuran yang sedang berlangsung, dan telah menugaskan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar akan barang dan obat-obatan, menurut laporan Tasnim News.
Baca juga: Trump Ngaku Sudah Punya Kandidat Pemimpin Baru Iran: Sosok Tepat Bawa Perubahan
Pernyataan Trump
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk campur tangan secara langsung dan pribadi dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya.
Selain itu, Trump menekankan naiknya Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, ke tampuk kekuasaan adalah hal yang tidak dapat diterima baginya.
Bagi Trump, AS harus menyingkirkan struktur kepemimpinan Iran saat ini dan menegaskan ia memiliki calon "pemimpin yang baik".
Trump menyamakan peran ini dengan apa yang baru-baru ini dilakukan Washington di Venezuela dengan menyerang negara itu, kemudian menculik presidennya, Nicolas Maduro.
"Kami ingin masuk dan membersihkan semuanya," kata Trump kepada NBC News dalam sebuah panggilan telepon.