Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Bilang Bukan Menarget Negara Teluk, Arab Saudi Bersiap Membalas

Perang Iran vs AS-Israel meluas ke Teluk. Drone serang Bandara Kuwait, Saudi cegat proyektil, sementara Teheran minta maaf

Ringkasan Berita:
  • Serangan drone menghantam tangki bahan bakar di Bandara Kuwait di tengah perang Iran melawan AS dan Israel yang meluas ke negara-negara Teluk.
  • Arab Saudi dan negara Teluk lain berhasil mencegat sejumlah drone serta rudal yang masuk ke wilayah mereka.
  • Iran meminta maaf kepada negara tetangga, tetapi serangan di kawasan masih terus terjadi sehingga memicu ancaman balasan dari Saudi.

TRIBUNNEWS.COM — Konflik bersenjata di Timur Tengah semakin meluas setelah serangan drone dan rudal yang dikaitkan dengan Iran menargetkan sejumlah negara Teluk, termasuk Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Serangan terbaru bahkan menyasar infrastruktur penting di Bandara Internasional Kuwait, sementara beberapa negara Teluk memperingatkan kemungkinan aksi balasan militer jika agresi terus berlanjut.

Pada Minggu (8/3/2026), dua tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait dilaporkan terkena serangan drone, seperti dikabarkan The Wall Street Journal.

Kementerian Pertahanan Kuwait menyebut sistem pertahanan udara negara itu langsung merespons dengan menghadapi gelombang drone dan rudal yang masuk ke wilayah udara mereka.

Dalam insiden tersebut, militer Kuwait juga berhasil mencegat tiga rudal balistik, meski dua personel militer dilaporkan tewas.

Serangan tersebut menambah daftar panjang eskalasi konflik di kawasan Teluk sejak perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari 2026.

Konflik itu dipicu serangan militer AS dan Israel terhadap fasilitas Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan rangkaian serangan rudal dan drone terhadap berbagai target di kawasan Timur Tengah, dikutip dari The Guardian.

Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan melaporkan berhasil menembak jatuh sejumlah drone yang mengarah ke wilayah ibu kota Riyadh dan kawasan diplomatik tempat kedutaan besar berbagai negara berada.

Setidaknya enam hingga belasan drone dilaporkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Saudi.

Serangan drone juga memicu gangguan aktivitas penerbangan di beberapa bandara di kawasan Teluk.

Otoritas penerbangan Saudi bahkan mengeluarkan peringatan perjalanan kepada penumpang untuk memeriksa jadwal penerbangan terbaru akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

Baca juga: Iran Ancam Negara yang Fasilitasi Serangan AS–Israel, CENTCOM: Warga Sipil Juga Jadi Target

Selain Arab Saudi dan Kuwait, Uni Emirat Arab juga melaporkan sistem pertahanan udara mereka menghadapi ancaman rudal dan drone.

Bahkan sebuah kendaraan di Dubai dilaporkan terkena serpihan proyektil yang berhasil dicegat, menewaskan seorang pengemudi warga Pakistan.

Iran Minta Maaf

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas serangan yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap agresi militer yang dialami Iran dan bukan ditujukan kepada negara tetangga secara langsung.

Pezeshkian, menurut kabar The Guardian, juga menyatakan Iran tidak akan menyerang negara tetangga kecuali jika wilayah negara tersebut digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Pernyataan itu dianggap sebagai upaya meredakan kekhawatiran di kawasan, meski serangan sporadis masih terus terjadi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai sinyal de-eskalasi tersebut belum sepenuhnya menenangkan situasi karena operasi militer Iran di kawasan masih berlangsung.

Beberapa laporan menyebut drone Iran juga menargetkan fasilitas militer dan radar yang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

Sementara itu, Arab Saudi memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan serangan terhadap wilayahnya, dilansir Reuters.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyampaikan kepada pejabat Iran bahwa Riyadh dapat mempertimbangkan tindakan balasan jika serangan terhadap aset Saudi terus berlanjut, terutama yang menyasar fasilitas energi atau infrastruktur vital.

Menurut sumber diplomatik, Saudi juga menegaskan bahwa mereka tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Namun, Riyadh membuka kemungkinan kerja sama militer dengan Washington jika keamanan nasionalnya terus terancam.

Konflik yang kini memasuki pekan kedua tersebut telah berdampak luas pada stabilitas kawasan.

Serangan rudal dan drone tidak hanya menargetkan Iran dan Israel, tetapi juga menyebar ke negara-negara Teluk seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Selain korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, perang ini juga memicu gangguan transportasi udara, lonjakan harga minyak global, serta kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar.

Sejumlah negara besar dan organisasi internasional kini mendesak semua pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi guna mencegah konflik Timur Tengah berubah menjadi perang yang lebih luas dan tidak terkendali.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved