Iran Vs Amerika Memanas
Zelenskyy Klaim Siap Bantu Saudi Hancurkan Drone Iran, tapi Ukraina Minta Imbalan
Zelenskyy tawarkan bantuan ke Arab Saudi tangkis drone Iran. Tapi Kyiv minta imbalan sistem pertahanan dan dorongan ke Rusia untuk gencatan senjata.
Ukraina mengklaim telah berhasil mengembangkan drone pencegat berbiaya rendah dengan harga sekitar 1.000 hingga 2.000 dolar AS. Sistem tersebut bahkan telah bergerak dari tahap prototipe menuju produksi massal dalam waktu relatif singkat.
Ukraina Minta Imbalan Dukungan Sistem Pertahanan
Selain berbicara dengan Arab Saudi, Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara Teluk lainnya.
Negara-negara yang diajak berdiskusi antara lain Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, serta Uni Emirat Arab.
Namun, tawaran bantuan tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Pemerintah Ukraina berharap kerjasama keamanan itu dapat dibalas dengan dukungan sistem pertahanan udara yang dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan militernya dalam menghadapi serangan Rusia.
Salah satu sistem pertahanan yang diharapkan Kyiv adalah rudal pencegat MIM-104 Patriot atau yang lebih dikenal sebagai sistem pertahanan udara Patriot.
Sistem ini merupakan salah satu teknologi pertahanan paling canggih yang mampu mencegat rudal balistik, pesawat tempur, hingga drone.
Selain meminta dukungan militer, Zelenskyy juga berharap negara-negara Timur Tengah yang memiliki hubungan diplomatik baik dengan Rusia dapat memainkan peran dalam upaya meredakan konflik.
Ia mendorong para pemimpin kawasan tersebut untuk menggunakan pengaruhnya guna membujuk Moskow agar menyetujui gencatan senjata sementara.
“Saya menyarankan pemimpin di Timur Tengah yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah Rusia dapat meminta pemerintah Rusia untuk mengimplementasikan gencatan senjata dengan Ukraina selama sebulan,” kata Zelenskyy seperti dikutip dari Bloomberg,
Respons Amerika Serikat
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat terbuka terhadap bantuan dari negara mana pun dalam menghadapi ancaman drone Iran.
Ketika ditanya mengenai tawaran dukungan dari Ukraina, Trump mengatakan Washington siap menerima bantuan jika dapat memperkuat sistem pertahanan terhadap serangan drone yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut menandakan bahwa kerja sama militer antara Ukraina, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk kemungkinan akan semakin intensif jika konflik regional terus berkembang.
Di tengah eskalasi perang yang semakin kompleks, teknologi pertahanan terhadap drone kini menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan.
(Tribunnews.com / Namira)