Sabtu, 25 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS-Israel akan Targetkan Pemimpin Baru Iran, Trump: Dia Tak akan Bertahan Lama

AS-Israel akan terus menargetkan Pemimpin Baru Iran, yang terbaru Motjaba Khamenei. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tak akan bertahan lama.

Tribunnews.com
MOJTABA KHAMENEI - Kolase foto Mojtaba Hosseini Khamenei dan Ali Khamenei, Kamis (5/3/2026). -- AS-Israel akan terus menargetkan Pemimpin Baru Iran, yang terbaru Motjaba Khamenei. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tak akan bertahan lama. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS–Israel pada 28 Februari 2026.
  • Donald Trump dan militer Israel mengancam akan menargetkan siapa pun pemimpin Iran yang baru, bahkan membuka kemungkinan operasi militer lebih lanjut terhadap Iran.
  • AS dan Israel terus menyerang Iran, menghantam depot penyimpanan minyak dan fasilitas pengilangan di Teheran untuk pertama kalinya.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Israel akan terus menargetkan Pemimpin Tertinggi baru Iran yang dipilih setelah pembunuhan Ali Khamenei.

Majelis Pakar Iran mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa segera setelah pembunuhan Ali Khamenei, terlepas dari kondisi perang dan ancaman langsung dari AS dan Israel, mereka telah memasukkan dalam agendanya pengenalan pemimpin baru dengan mengadakan "sesi luar biasa."

Pada Minggu, 8 Maret, Mojtaba Khamenei diperkenalkan oleh Majelis Pakar sebagai pemimpin ketiga dalam sejarah 47 tahun Republik Islam.

Parlemen Iran menyatakan Mojtaba Khamenei (56), putra kedua Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran dengan mayoritas suara yang sangat besar dalam "sesi luar biasa" pada hari Minggu (8/3/2026).

Ayah Motjaba, Ali Khamenei menjabat sejak 1989 sebagai penerus Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran melalui Revolusi Iran 1979.

Ali Khamenei memiliki enam anak; putra-putranya adalah Mustafa, Mojtaba, Masoud, dan Meysam, dan putri-putrinya adalah Bashari dan Hoda.

Di antara anak-anak Ali Khamenei, banyak yang menganggapnya sebagai orang yang paling mirip dengan Ali Khamenei dalam hal penampilan dan bahkan pandangan intelektual.

Trump Mengancam Pemimpin Tertinggi Iran

Sebelum pengumuman tersebut, Presiden AS Donald Trump dan militer Israel mengancam akan menargetkan siapapun pemimpin tertinggi Iran.

"Dia akan membutuhkan persetujuan kita. Jika dia tidak mendapatkannya, dia tidak akan bertahan lama," kata Trump kepada ABC News, Minggu.

Trump mengatakan AS tidak akan membiarkan Iran dipimpin oleh pemimpin yang tidak sesuai dengan keinginan AS.

Baca juga: Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Baru Iran Pengganti Ali Khamenei

"Kita ingin memastikan kita tidak perlu mundur setiap 10 tahun, tanpa presiden seperti saya yang tidak melakukan itu," lanjutnya.

Presiden AS itu mengklaim ada banyak orang dari "rezim lama" yang dapat menggantikan Ali Khamenei, merujuk pada .

"Ada orang-orang dari rezim lama yang memenuhi syarat untuk menggantikan Ali Khamenei," kata Trump, merujuk pada pemimpin tertinggi Iran yang tewas pada hari pertama serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Selain itu, ia menuduh Iran berencana untuk menguasai Timur Tengah, dan mengisyaratkan bahwa ia telah mencegah mereka melakukan hal tersebut dengan menyerang Iran.

"Mereka hanyalah macan kertas. Percayalah, mereka bukan macan kertas seminggu yang lalu. Mereka akan menyerang. Rencana mereka adalah menyerang seluruh Timur Tengah, dan menguasainya," kata Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved