Iran Vs Amerika Memanas
Pernyataan Resmi Majelis Ahli Iran Setelah Tetapkan Mojtaba Khamenei Sebagai Pemimpin Tertinggi
Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk menjadi Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei, Senin (9/3/2026).
Salam, rahmat, dan berkah Allah atas Anda sekalian.
Majelis Ahli Kepemimpinan
17/12/1404 (Kalender Iran)
Sosok Ayatullah Mojtaba Khamenei
Nama Ayatullah Haj Seyyed Mojtaba Khamenei kini tengah menjadi sorotan dunia.
Putra kedua dari mendiang Pemimpin Agung Iran, Ayatollah al-Uzma Seyyed Ali Khamenei ini, muncul sebagai figur sentral yang diprediksi melanjutkan estafet kepemimpinan di Republik Islam Iran.
Latar Belakang dan Masa Muda
Lahir di Mashhad pada tahun 1969, Mojtaba Khamenei tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama yang sangat dihormati.
Sejak muda, ia telah menunjukkan dedikasi pada pendidikan agama dan pengabdian negara:
- Pendidikan Awal: Menyelesaikan studi seminari (hauzah) di sekolah Ayatollah Mojtahedi Tehrani.
- Pengalaman Militer: Selama masa "Pertahanan Suci" (Perang Iran-Irak), ia terjun langsung ke garis depan pertempuran bersama para pejuang Islam lainnya.
- Studi Lanjutan: Pasca perang pada tahun 1989, ia memperdalam ilmu agamanya di Qom hingga tahun 1992, sebelum sempat kembali ke Teheran untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Karier Intelektual di Dunia Ulama
Di dunia akademik Islam, Ayatollah Mojtaba bukan sekadar "putra mahkota". Ia dikenal memiliki kecerdasan tajam dan inovasi dalam pengajaran yurisprudensi (fiqh):
- Guru-Guru Besar: Ia belajar langsung dari pakar-pakar ternama seperti Ayatollah Ahmadi Miyaneji, Reza Ostadi, hingga kuliah tingkat lanjut dari ayahnya sendiri dan ulama besar seperti Sheikh Javad Tabrizi.
- Inovasi Mengajar: Selama lebih dari 17 tahun, ia aktif mengajar kelas tingkat lanjut. Sebelum pandemi COVID-19, kelasnya di Qom diikuti lebih dari 400 santri.
Menurut dua murid Mojtaba Khamenei: Hojjat al-Islam Moghadami Shahidani dan Ali Kermzadeh, pada tahun akademik 2023-2024, pendaftarnya membludak hingga 1.300 orang.
Namun, secara mengejutkan Mojtaba membatalkan kelas tersebut dengan alasan "masalah spiritual pribadi". Hal ini disebut sebagai kerendahan hatinya untuk tidak ingin menjadi pusat perhatian berlebih.
Kedekatan dengan Tokoh Kunci dan Strategi Nasional
Selain kapasitas ilmunya, Mojtaba Khamenei memiliki posisi strategis dalam struktur kekuasaan dan pertahanan Iran:
- Pendamping Setia: Selama bertahun-tahun, ia menjadi pendamping sekaligus orang kepercayaan terdekat sang ayah dalam mengelola berbagai urusan penting nasional.
- Jaringan Militer & Perlawanan: Ia memiliki hubungan berkelanjutan dengan komandan militer elit dan tokoh-tokoh kunci "Front Perlawanan", termasuk mendiang Jenderal Qasem Soleimani dan Seyyed Hassan Nasrallah.
- Isu AI hingga Teknologi: Selain ahli agama dan mistisisme (irfan), ia juga mendalami isu-isu modern seperti ekonomi, kecerdasan buatan (AI), dan proyek berbasis teknologi terkini.
Menjadi Target Barat dan Zionis
Rekam jejaknya yang kuat dalam memperkuat sistem revolusioner Iran membuatnya menjadi target utama lawan politik luar negeri Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bendera-Iran-Teheran.jpg)