Senin, 11 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Houthi Rayakan Kepemimpinan Mojtaba Khamenei, Tegaskan Iran Makin Kuat Lawan AS–Israel

Houthi sambut Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran. Mereka menyebutnya kemenangan Revolusi Islam, Iran makin kuat menghadapi AS dan Israel.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Houthi Yaman menyambut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran, menyebutnya sebagai kemenangan bagi Revolusi Islam.
  • Mojtaba dipilih oleh Assembly of Experts setelah tewasnya Ali Khamenei. Militer, parlemen, dan Islamic Revolutionary Guard Corps langsung menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru.
  • Pengangkatan Mojtaba menjadi pertama kalinya kepemimpinan Iran berpindah dari ayah ke anak sejak Iranian Revolution, sehingga memicu perdebatan tentang kekuasaan dinasti.

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok bersenjata Yaman, Houthi menyambut penunjukan Mojtaba Khamenei putra kedua dari Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026).

Dukungan tersebut disampaikan setelah badan ulama Iran secara resmi memilihnya sebagai pengganti ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer di Teheran pada 1 Maret lalu. 

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui Telegram, kelompok Houthi menyebut pengangkatan Mojtaba sebagai momen penting bagi Republik Islam Iran dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini,” tulis kelompok tersebut, dikutip dari The Times Of Israel.

Houthi juga menyebut penunjukan tersebut sebagai “kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam”, yang mereka maksud sebagai negara-negara yang berkonflik dengan Iran, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Warga Iran Sambut Pemimpin Baru

Di dalam negeri Iran, pengumuman penunjukan Mojtaba Khamenei memicu berbagai reaksi masyarakat. Sejumlah warga terlihat berkumpul dan bersorak ketika kabar tersebut diumumkan.

Pengangkatan ini menandai babak baru dalam politik Iran setelah terbunuhnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menjadi titik awal eskalasi konflik besar antara Iran dan kedua negara tersebut.

Mojtaba Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi Iran.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, majelis tersebut mengatakan bahwa Mojtaba dipilih melalui “pemungutan suara yang menentukan”. Mereka juga menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang sensitif.

Majelis tersebut secara khusus meminta dukungan dari kalangan elit, ulama, serta akademisi dari seminari dan universitas agar membantu menjaga stabilitas negara.

Setelah pengumuman tersebut, berbagai lembaga negara Iran langsung menyatakan dukungan kepada pemimpin baru.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei, Siap Menjalankan Perintah

Pimpinan angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.

Dukungan juga datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran yang menyatakan siap mengikuti kepemimpinannya.

Ketua parlemen Iran bahkan menyebut mengikuti kepemimpinan Mojtaba sebagai “kewajiban agama dan nasional”, menandakan konsolidasi cepat di dalam struktur kekuasaan negara.

Kepala keamanan nasional Iran juga menyatakan pemimpin baru tersebut memiliki kemampuan untuk memandu negara melewati masa yang penuh tekanan, terutama di tengah konflik militer dan tekanan internasional.

Potensi Dinasti Politik Pertama di Iran Pasca Revolusi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved