Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Donald Trump Tidak Senang Israel Serang Depot Minyak Iran

Serangan Israel terhadap infrastruktur minyak Iran pada hari Sabtu jauh melampaui apa yang diantisipasi Amerika Serikat.

Penulis: Hasanudin Aco
YouTube Reuters
TIDAK SENANG - Presiden AS Donald Trump mengaku tidak senang dengan ulah Israel menyerang Iran. /Foto.dok 

 

Ringkasan Berita:
  • AS dan Israel dilaporkan berselisih mengenai serangan besar-besaran Israel terhadap infrastruktur minyak Iran.
  • Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan serangan Israel ke depot minyak Iran.
  • Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan Israel itu bukan ide yang bagus.

TRIBUNNEWS.COM, AS - Serangan Israel terhadap 30 depot bahan bakar Iran membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak senang.

Ini sekaligus menandai perselisihan besar pertama antara kedua sekutu tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan Israel itu bukan ide yang bagus.

AS menyampaikan pesan blak-blakan "WTF" setelah mengetahui skala operasi tersebut, demikian dilaporkan Axios, Senin (9/3/2026).

Serangan Israel terhadap infrastruktur minyak Iran pada hari Sabtu jauh melampaui apa yang diantisipasi Amerika Serikat.

Serangan udara Israel terbaru terhadap Iran pada hari Sabtu memicu kebakaran besar di beberapa bagian Teheran.

Kobaran api terlihat dari jarak bermil-mil dan asap tebal menyelimuti sebagian ibu kota Iran.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa depot bahan bakar yang menjadi sasaran digunakan oleh Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai konsumen, termasuk unit-unit militernya.

Terkejut Israel Serang Depot Minyak

Para pejabat Israel dan AS mengatakan bahwa IDF telah memberi tahu militer AS sebelum melakukan serangan tersebut. 

Namun seorang pejabat AS mengatakan Washington terkejut dengan skala serangan tersebut.

“Kami rasa itu bukan ide yang bagus,” kata seorang pejabat senior AS.

Pejabat Israel lainnya mengatakan pesan yang disampaikan AS kepada Israel setelahnya adalah tanggapan blak-blakan “WTF”, yang mencerminkan keterkejutan di Washington atas luasnya operasi tersebut.

Meskipun targetnya adalah depot bahan bakar dan bukan fasilitas produksi minyak, para pejabat AS khawatir bahwa visualisasi lokasi penyimpanan bahan bakar besar yang terbakar dapat mengguncang pasar energi dan mendorong harga lebih tinggi lagi.

“Presiden tidak menyukai serangan itu. Dia ingin menghemat minyak. Dia tidak ingin membakarnya. Dan itu mengingatkan orang-orang pada harga bensin yang lebih tinggi,” kata seorang penasihat Trump kepada Axios.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved