Iran Vs Amerika Memanas
Trump Beri Sinyal Perang di Iran Segera Berakhir, Lanjut jika Selat Hormuz Masih Diblokir
Presiden AS, Donald Trump beri sinyal perang di Iran akan segera berakhir. Namun, ia mengancam akan lanjut jika Selat Hormuz diblokir.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa perang di Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat.
- Trump menyebut operasi militer besar-besaran selama sepuluh hari terakhir sebagai sebuah "ekskursi" atau perjalanan singkat yang terjadwal.
- Meski begitu, Trump mengancam akan meluncurkan serangan dengan skala yang jauh lebih besar jika Teheran tetap nekat memblokir Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan pernyataan optimistis terkait eskalasi konflik di Iran.
Trump mengklaim bahwa perang yang melibatkan aliansi AS-Israel melawan Iran bakal berakhir dalam waktu dekat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Doral, Florida, Senin (9/3/2026), Trump menyebut operasi militer besar-besaran selama sepuluh hari terakhir sebagai sebuah "ekskursi" atau perjalanan singkat yang terjadwal.
Padahal, serangan udara tersebut dilaporkan telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur vital di wilayah Iran.
"Perang ini akan selesai sangat segera. Kita sudah jauh melampaui jadwal yang ditentukan," ujar Trump di hadapan awak media, mengutip Al Jazeera.
Sejak genderang perang ditabuh pada 28 Februari lalu, Trump membeberkan bahwa kekuatan udara AS dan Israel telah menghantam sedikitnya 5.000 titik sasaran.
Serangan tersebut menyasar fasilitas nuklir, kilang minyak, hingga instalasi pengolahan air bersih.
Di sisi lain, Teheran tampak tidak tinggal diam.
Di tengah gempuran bom, Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru.
Penunjukan ini dipandang sebagai upaya kubu konservatif Iran untuk menjaga stabilitas rezim di tengah guncangan perang.
Kendati menebar janji perdamaian, Trump tetap menyelipkan peringatan keras.
Baca juga: Ketegangan Teluk Meningkat, Sistem Pertahanan Qatar dan UEA Hancurkan Rudal dan Drone Iran
Ia mengancam akan meluncurkan serangan dengan skala yang jauh lebih besar jika Teheran tetap nekat memblokir Selat Hormuz.
Langkah Iran menutup jalur pelayaran strategis tersebut telah membuat pasar energi global bergejolak.
Harga minyak mentah dunia jenis Brent dilaporkan sempat melonjak hingga menyentuh angka 119 dolar AS per barel, sebuah rekor yang mengancam stabilitas ekonomi global.
"Jangan coba-coba menyandera dunia. Jika mereka (Iran) terus mengganggu pasokan minyak, mereka akan dipukul jauh lebih keras lagi," tegas Trump.