Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Eks Perwira Intelijen AS Klaim Rudal Iran Hantam Rumah Netanyahu dan Menteri Keamanan Ben-Gvir

Serangan rudal Iran disebut menargetkan kediaman pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Tayang: | Diperbarui:
X @netanyahu
BEN-GVIR DAN NETANYAHU - Gambar diambil dari akun Netanyahu pada Senin (14/7/2025), memperlihatkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir (kiri) dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (kanan). Mantan perwira intelijen Korps Marinir AS dan inspektur senjata PBB, Scott Ritter, menyatakan, serangan rudal Iran telah menghantam rumah Netanyahu dan Ben-Gvir. 

Logika di balik penargetan semacam itu berakar pada dinamika balas dendam setelah serangan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta beberapa pejabat tinggi militer Iran pada fase awal perang. 

Operasi tersebut disebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan membongkar struktur kepemimpinan Iran.

Gugurnya Ayatullah Ali Khamenei, bersama para komandan tinggi pertahanan dan intelijen Iran lainnya, secara mendasar mengubah lingkungan strategis konflik.

Hal ini menunjukkan bahwa Israel bersedia menargetkan langsung level tertinggi kepemimpinan politik dan militer Iran.

Dalam konteks tersebut, para perencana militer Iran dapat memandang kemungkinan serangan terhadap rumah para pemimpin politik Israel sebagai bentuk pencegahan balasan.

Tujuannya adalah untuk memberi sinyal bahwa para pemimpin Israel juga akan menghadapi kerentanan yang setara setelah serangan terhadap struktur komando Iran.

Dari sudut pandang strategi militer, menargetkan rumah para pemimpin tersebut dapat menjadi operasi sinyal psikologis dan politik. 

Tujuannya untuk menunjukkan bahwa pasukan rudal Iran mampu menembus sistem keamanan Israel dan mengancam para pengambil keputusan yang bertanggung jawab atas eskalasi militer.

Israel memberlakukan sensor ketat

Di sisi lain, Israel menerapkan rezim sensor militer yang ketat terhadap laporan yang berkaitan dengan keamanan. 

Media domestik maupun internasional yang beroperasi di negara tersebut harus mematuhi pedoman sensor sebelum menerbitkan informasi mengenai serangan, kerusakan infrastruktur strategis, atau perkembangan sensitif terkait keamanan nasional.

Artinya, jika dampak kerusakan atas serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran secara mudah diakses di media sosial atau pemberitaan arus utama, tidak demikian dengan Israel.

Tel Aviv berupaya menutupi dampak kerusakan akibat serangan rudal-rudal Iran.

Israel tidak ingin bukti serangan Iran berpotensi memengaruhi moral publik, stabilitas politik, atau persepsi terhadap efektivitas sistem pertahanan Israel.

Struktur sensor tersebut memberi kewenangan kepada otoritas keamanan Israel untuk menunda, menyunting, atau bahkan memblokir laporan media mengenai insiden sensitif. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved