Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

9 Negara yang Berpotensi Terseret dalam Perang Iran vs. AS-Israel

Iran tidak mengejar gencatan senjata dan menyatakan siap melanjutkan serangan rudal tanpa membuka negosiasi dengan AS.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo

Ringkasan Berita:
  • AS dan Israel terus menyerang target Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari. 
  • Iran tidak mengejar gencatan senjata dan menyatakan siap melanjutkan serangan rudal tanpa membuka negosiasi dengan AS. 
  • Konflik ini berpotensi menyeret sembilan negara lain, termasuk China, Rusia, Turki, Yaman, Ukraina, Mesir, Suriah, Korea Selatan, dan Korea Utara.


TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia memperkirakan perang di Iran akan segera berakhir.

Mengutip Al Jazeera, saat berbicara kepada media di Doral, Florida, Senin (9/3/2026), Trump mengklaim bahwa AS dan Israel telah menyerang 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh.

Meskipun Trump tampaknya mengatakan permusuhan akan segera berakhir, ia tetap mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Iran jika negara itu terus memblokir pengiriman di Selat Hormuz.

Terganggunya pengiriman di selat tersebut telah menyebabkan lonjakan besar harga minyak, di mana minyak mentah Brent, patokan internasional, pada satu titik mencapai lebih dari $119 per barel.

Trump mengatakan AS mengakhiri ancaman di Selat Hormuz, menawarkan asuransi risiko politik kepada kapal tanker yang beroperasi di Teluk, dan menegaskan, "Kita mungkin akan ikut bersama mereka untuk perlindungan."

Ia juga mengatakan bahwa AS dan Israel terus menargetkan stok drone dan rudal Iran.

"Mulai hari ini, kita tahu semua tempat mereka memproduksi drone, dan mereka diserang satu per satu," katanya, menambahkan bahwa kemampuan rudal Iran turun hingga sekitar 10 persen, mungkin kurang.

AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
AMERIKA VS IRAN - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi singkat di Air Force One sebelum kembali ke AS dari pertemuan WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Tangkap layar YouTube The White House)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap melanjutkan serangan selama diperlukan.

Araghchi juga menolak pembicaraan dengan AS setelah Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir.

Ia menyampaikan komentar tersebut kepada stasiun televisi AS PBS News pada hari Selasa (10/3/2026), seperti dikutip oleh AFP.

Ia mengatakan Iran siap melanjutkan serangan rudal dan negosiasi dengan AS tidak lagi menjadi agenda.

Baca juga: Iran Disebut Akan Melawan hingga Titik Darah Penghabisan, Peluang Negosiasi Sangat Kecil

Terbaru, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran tidak mencari gencatan senjata dalam perang tersebut.

"Kami tentu saja tidak mencari gencatan senjata. Kami percaya bahwa agresor harus dihantam agar mereka belajar pelajaran dan tidak pernah lagi berpikir untuk menyerang Iran," tulis Ghalibaf di X.

Ghalibaf menambahkan bahwa Israel mengandalkan siklus perang, negosiasi, dan gencatan senjata, lalu perang lagi untuk mempertahankan dominasinya, dan mengatakan Iran akan mematahkan siklus tersebut.

Tanpa diketahui kapan perang akan berakhir, berikut adalah 9 negara yang berpotensi terseret dalam perang Iran, seperti dilansir Axios.

1. China

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved