Iran Vs Amerika Memanas
Langkah Sejumlah Negara untuk Atasi Krisis Energi: Mesir Terapkan WFH, Inggris Siapkan Subsidi
Sejumlah negara menerapkan kebijakan darurat seperti subsidi, pembatasan harga minyak, hingga WFH untuk meredam dampak krisis energi akibat perang.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah negara menerapkan kebijakan darurat seperti subsidi, pembatasan harga minyak, hingga WFH untuk meredam dampak krisis energi akibat perang Iran.
- Krisis ini juga memicu gangguan operasi kemanusiaan di Afrika karena lonjakan harga bahan bakar dan terhambatnya distribusi bantuan.
- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengguncang pasokan global dan berpotensi mendorong harga minyak naik lebih tinggi jika konflik berkepanjangan.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara mulai menerapkan langkah-langkah drastis untuk mengatasi krisis energi yang semakin parah akibat perang di Iran.
Asia merasakan dampaknya lebih dahulu, dan guncangan tersebut diperkirakan akan bergerak ke arah barat, menurut laporan bank investasi JPMorgan pekan lalu.
Mengutip CNN.com, Selasa (31/3/2026), berikut sejumlah langkah yang diambil berbagai negara:
Polandia mengikuti langkah Korea Selatan, China, Kroasia, dan Hongaria dengan memberlakukan pembatasan harga minyak (price cap on oil).
Price cap on oil adalah kebijakan yang menetapkan batas maksimum harga yang boleh dibayar untuk minyak mentah (crude oil) dari negara tertentu. Tujuannya untuk menekan pendapatan negara pengekspor sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global.
Prancis menerapkan subsidi bahan bakar yang ditargetkan untuk sektor transportasi, pertanian, dan perikanan.
Negara tersebut juga memiliki kebijakan untuk membantu rumah tangga berpenghasilan rendah membayar tagihan energi mereka, kata Menteri Keuangan pada Jumat (27/3/2026).
Perdana Menteri Yordania memberlakukan sejumlah langkah penghematan energi pada Senin (30/3/2026).
Langkah tersebut meliputi larangan penggunaan pendingin ruangan dan alat pemanas di lembaga pemerintah dan publik, pembatasan penggunaan kendaraan dinas hanya untuk tugas resmi, serta penangguhan seluruh perjalanan delegasi resmi.
Italia, Australia, dan Irlandia telah memangkas pajak bensin dan solar guna menjaga harga tetap rendah dalam beberapa hari terakhir.
Inggris menyediakan dana sebesar ÂŁ50 juta (sekitar Rp1,12 triliun) bagi rumah tangga berpenghasilan rendah yang menggunakan minyak tanah untuk pemanas, guna membantu menekan lonjakan biaya energi.
Baca juga: Panic Buying BBM di Australia, PM Anthony Albanese Minta Warga Tenang
Tidak seperti kebanyakan rumah tangga di Inggris, kelompok ini tidak tercakup dalam kebijakan pembatasan harga energi yang sudah ada.
Pemerintah Jepang mulai melepaskan cadangan minyak setara 30 hari dari stok nasional pekan lalu, serta memberlakukan subsidi untuk menjaga harga bensin rata-rata sekitar 170 yen (Rp18.068) per liter.
Filipina menjadi negara pertama yang menetapkan status darurat nasional akibat krisis energi pekan lalu.
Pemerintahnya memperkenalkan subsidi bahan bakar dan langkah lain untuk menekan biaya transportasi, serta mencegah penimbunan dan praktik pengambilan keuntungan yang tidak wajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dampak-Konflik-di-Iran-Warga-Serbu-SPBU-di-Kota-Malang_20260306_174247.jpg)