Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei

Perang AS-Israel di Iran memasuki hari ke-11. Teheran terus dibombardir, sementara ratusan ribu warga turun ke jalan dukung Mojtaba Khamenei.

Tangkapan layar PressTV
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Teheran dibombardir hebat sepanjang malam, sementara ratusan ribu warga turun ke jalan mendukung pemimpin baru Mojtaba Khamenei. 

Ia mengklaim sebagian besar kemampuan militer Iran telah melemah, termasuk peluncur rudal dan fasilitas produksi drone.

Meski demikian, Trump menegaskan operasi militer belum selesai dan Amerika Serikat masih mengejar apa yang disebutnya sebagai “kemenangan mutlak”.

Trump juga menyatakan dirinya tidak senang dengan pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Ketegangan dengan Israel

Di sisi lain, militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak dan gas Israel di kota Haifa.

Militer Israel mengatakan mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran dan sedang berusaha mencegat ancaman tersebut.

Serangan Iran sebelumnya juga menewaskan seorang pria di dekat Bandara Internasional Tel Aviv akibat pecahan peluru.

Dampak ke Kawasan dan Energi Dunia

Ketegangan akibat perang juga meluas ke beberapa negara lain seperti Lebanon dan Irak.

Di Lebanon, konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah terus berlangsung dan telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta ratusan ribu warga mengungsi.

Selain itu, konflik ini juga berdampak pada pasar energi global.

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap bekerja sama kembali dengan negara-negara Eropa untuk mengatasi krisis energi yang dipicu perang.

Baca juga: Dubes Iran Temui Megawati Soekarnoputri di Menteng

Sementara, Presiden Emmanuel Macron menyatakan Prancis dan sekutunya sedang mempersiapkan misi untuk membuka kembali jalur energi penting di Selat Hormuz.

Serangan terhadap fasilitas energi Iran sempat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga mendekati 120 dolar AS per barel sebelum turun kembali ke sekitar 90 dolar AS.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved