Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Ingin Buat Zona Penyangga 20 Kilometer di Sumy dan Kharkiv

Militer Ukraina mengatakan Rusia ingin membuat zona penyangga 20 kilometer di Sumy dan Kharkiv. Setidaknya, 12 wilayah menjadi sasaran Rusia.

|
Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti/Kremlin
PUTIN HADIRI RAPAT - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam sidang pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Jumat (20/6/2025). -- Militer Ukraina mengatakan Rusia ingin membuat zona penyangga 20 kilometer di Sumy dan Kharkiv. Setidaknya, 12 wilayah menjadi sasaran Rusia. 

Menurut Putin, wilayah yang dikuasai Ukraina di Donbas terus menyusut dalam beberapa bulan terakhir. 

Ia mengklaim enam bulan lalu Ukraina masih menguasai sekitar 25 persen wilayah tersebut, namun kini hanya tersisa sekitar 15 hingga 17 persen.

Donbas merupakan salah satu wilayah yang menjadi target utama invasi Rusia sejak awal konflik.

  • AS Usulkan Putaran Baru Perundingan Rusia-Ukraina

Amerika Serikat mengusulkan digelarnya putaran baru perundingan antara Rusia dan Ukraina untuk mencari jalan keluar dari konflik yang berlangsung. Usulan itu disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Selasa.

Menurut Zelenskyy, pembicaraan tersebut kemungkinan dapat digelar di Swiss atau Turki. 

Rencana awal untuk mengadakan pertemuan di Uni Emirat Arab sebelumnya tertunda akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Zelenskyy mengatakan salah satu agenda yang dapat dibahas adalah pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina. 

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan bahwa konflik di Iran seharusnya tidak menghambat upaya perdamaian untuk Ukraina.

  • PBB Sebut Deportasi Anak Ukraina oleh Rusia sebagai Kejahatan Kemanusiaan

Tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa deportasi dan pemindahan paksa ribuan anak Ukraina ke Rusia merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB tentang Ukraina mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa otoritas Rusia telah melakukan deportasi, pemindahan paksa, serta penghilangan paksa terhadap anak-anak dari wilayah pendudukan Ukraina.

Sejauh ini, penyelidikan telah mengonfirmasi 1.205 kasus anak yang dipindahkan atau dideportasi. 

Komisi juga menyebut sekitar 80 persen dari anak-anak dalam kasus yang diselidiki belum kembali ke Ukraina hingga empat tahun setelah kejadian tersebut.

  • Ukraina Serang Pabrik Komponen Rudal di Rusia

Pasukan Ukraina melancarkan serangan terhadap sebuah pabrik penting di wilayah Bryansk, Rusia, pada Selasa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pabrik tersebut memproduksi komponen penting untuk rudal.

Militer Ukraina menyatakan mereka menggunakan rudal Storm Shadow buatan Inggris dalam serangan terhadap fasilitas Kremniy El tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved