Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Imbas Perang AS-Israel vs. Iran, Pakar Minta Pemerintah Prioritaskan Ketahanan Ekonomi

Peneliti PSKP UGM Achmad Munjid meminta pemerintah memprioritaskan ketahanan ekonomi di tengah eskalasi perang AS-Israel dengan Iran.

Ringkasan Berita:
  • Peneliti PSKP UGM Achmad Munjid meminta pemerintah memprioritaskan ketahanan ekonomi di tengah eskalasi perang AS-Israel dengan Iran.
  • Munjid menyebut cadangan energi Indonesia sangat kecil karena tidak punya tempat untuk menyimpan.
  • Jadi, jika perang AS-Israel dan Iran berlangsung lama, maka dampaknya ke Indonesia akan sangat besar.

TRIBUNNEWS.COM - Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Achmad Munjid meminta pemerintah memprioritaskan ketahanan ekonomi di tengah eskalasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Pasalnya, permasalahan serius yang akan dihadapi Indonesia karena perang di Timur Tengah itu adalah ekonomi.

"Ya, problem serius kita sebetulnya dampak perang ini berhubungan dengan ekonomi," ujar Munjid dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Senin (9/3/2026).

Munjid menyebut cadangan energi Indonesia sangat kecil karena tidak punya tempat untuk menyimpan.

Jadi, jika perang AS-Israel dan Iran berlangsung lama, dampaknya ke Indonesia akan sangat besar.

"Harga minyak dunia akan naik, kita enggak punya cadangan, kemudian kita mengimpor dengan harga yang sangat tinggi," tutur Munjid.

Cara yang bisa ditempuh Indonesia untuk membangun ketahanan ekonomi, kata Munjid, adalah membentuk aliansi baru dengan negara-negara lain.

Menurutnya, Indonesia harus memanfaatkan posisinya untuk merapat, misalnya, dengan Cina, tetapi dengan bargaining power (daya tawar) yang jelas.

"Bukan karena sekarang Amerika sedang begitu, lalu kita mendekat ke Cina, tapi tanpa bargaining position (posisi tawar) yang jelas kita akan jadi mangsa juga," ungkapnya.

Munjid mencontohkan bagaimana Kanada membangun middle power, begitu pula dengan negara-negara di Eropa.

Ia menilai bahwa tatanan global sedang mengalami restrukturisasi karena Eropa menjauh dari Amerika dan mereka ingin membangun kekuatan baru.

Baca juga: Mengenal Pulau Kharg, Pusat Minyak Vital di Iran yang Masih Belum Tersentuh Pemboman AS-Israel

"Saya kira waktunya Indonesia untuk memetakan dengan kepentingan kita sendiri. Kita mau beraliansi dengan siapa? Kita mau membangun kekuatan dengan siapa? Sehingga kemudian berdasarkan itu, kepentingan nasional kita, terutama untuk ketahanan ekonomi kita itu posisinya jauh lebih baik," tuturnya.

Bahlil Rapat dengan Prabowo

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kembali mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa petang (10/3/2026).

Bahlil mengatakan kedatangannya untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto membahas persiapan Idul Fitri 1447 Hijriah, serta antisipasi dampak perang di Timur Tengah terhadap ketersediaan BBM di dalam negeri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved