Sabtu, 18 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Guyur Israel dan Negara Arab 3 Jam Nonstop, Araqchi: Ini Baru Permulaan! 

Serangan rudal Iran ini digambarkan sebagai gelombang terbesar sejak dimulainya perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Youtube @crux
PERANG IRAN-ISRAEL - Tangkap layar siaran langsung serangan drone dan rudal Iran ke wilayah Israel, Sabtu malam (14/6/2025) dalam perang 12 hari tahun lalu. Raungan sirine di dalam kota menggema seiring serangan tersebut. Dalam konflik terbaru di 2026, Iran kembali melancarkan gelombang besar serangan rudal ke Israel. 

Rudal Iran Guyur Israel dan Negara Arab 3 Jam Nonstop, Araqchi: Ini Baru Permulaan! 

TRIBUNNEWS.COM - Angkatan bersenjata Iran, Rabu (11/3/2026) dilaporkan melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap Israel dan sejumlah negara Arab di kawasan Teluk.

Times of Israel melaporkan pada Rabu kalau roket-roket Iran di Israel berhasil dicegat atau jatuh di daerah yang tidak berpenghuni.

Baca juga: AS Klaim Serangan Rudal Iran Berkurang 90 Persen, Trump Ogah Serang Darat, Minta IRGC Taruh Senjata 

Kantor berita Iran, Tasnim, yang dekat dengan Unit Garda Revolusi Iran (IRGC), menggambarkan serangan-serangan ini sebagai gelombang terbesar sejak dimulainya perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pencegatan tujuh rudal balistik dan tujuh drone di berbagai wilayah Kerajaan.

Di Kuwait, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa empat drone berhasil dicegat sementara yang lainnya jatuh di area terbuka.

Sirene serangan udara juga berbunyi di Bahrain.

Militer Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mendeteksi dan mencegat beberapa rentetan rudal yang ditembakkan dari Iran ke arah Israel, saat mereka melancarkan "gelombang" serangan terhadap Iran dan Lebanon.

Militer Israel menyatakan melalui akun Telegram resminya: “Beberapa saat yang lalu, militer Israel mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang berupaya mencegat ancaman ini.”

Para reporter AFP mendengar suara sirene meraung-raung di Yerusalem, serta suara ledakan.

Palang Merah Israel, Magen David Adom melaporkan tidak ada korban luka langsung setelah peluncuran roket, tetapi mengatakan tim mereka sedang merawat "sejumlah kecil orang yang terluka dalam perjalanan mereka ke daerah yang dilindungi."

Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan beberapa orang terluka akibat rudal Iran di dekat Tel Aviv.

Beberapa jam kemudian, militer Israel mengumumkan bahwa Iran telah meluncurkan gelombang rudal baru dan menyerukan kepada penduduk di daerah yang terkena dampak untuk menuju ke tempat perlindungan.

Magen David Adom mengumumkan setelah gelombang terakhir bahwa "tidak ada cedera".

Dia menambahkan bahwa "paramedis turun tangan untuk menangani beberapa kasus orang yang terluka dalam perjalanan mereka ke area terlindungi (tempat penampungan)."

RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. (PressTV)
RUDAL IRAN - Peluncuran rudal balistik Qassem-Basir milik Iran. (PressTV) (tangkapan layar)

Guyuran Rudal Selama 3 Jam

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengumumkan kalau gelombang rudal yang dilancarkan berlangsung setidaknya selama 3 jam tanpa henti.

Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka menargetkan pusat komunikasi satelit di Haifa, bersama dengan pangkalan militer di Israel dan target Amerika di tempat lain di Timur Tengah, termasuk Kurdistan Irak dan pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Bahrain.

IRGC juga mengumumkan kalau mereka telah menargetkan Israel, pangkalan AS di Erbil, dan Armada Kelima AS.

"Garda Revolusi menyatakan di situs webnya, Sepah News, "Kami akan melanjutkan serangan tanpa henti dengan tekad dan kekuatan, dan dalam perang ini kami hanya memikirkan penyerahan diri musuh sepenuhnya."

Araqchi: Ini Baru Permulaan! 

Soal gelombang serangan besar baru Iran ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menuduh pemerintah Israel berusaha menutupi besarnya kerusakan yang disebabkan oleh rudal Iran.

Araqchi juga memperingatkan kalau serangan yang lebih buruk akan segera terjadi.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Araqchi mengatakan kalau Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak ingin Anda melihat bagaimana angkatan bersenjata Iran yang kuat menghukum Israel atas agresinya."

Dia melanjutkan: "Inilah yang dilaporkan oleh para prajurit pria dan wanita kita di lapangan: kehancuran total yang disebabkan oleh rudal kita, komando dalam keadaan panik, dan pertahanan udara dalam kekacauan. Dan ini baru permulaan."

Araghchi melampirkan tangkapan layar laporan berita yang diterbitkan oleh France 24 pada unggahannya yang menyatakan kalau Israel telah melarang siaran langsung wilayah udaranya selama serangan rudal.

Dia juga me-repost kabar kalau tentara Israel juga telah melarang pengambilan gambar rudal yang jatuh di dekat lokasi keamanan.

Juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran, markas besar militer Iran, menyatakan Rabu pagi ini sebuah pernyataan ancaman bagi AS dan Israel.

“Biarkan para pemimpin tentara Amerika dan entitas pendudukan Israel keluar dari tempat persembunyian mereka sejenak dan saksikan bagaimana pasukan mereka dihancurkan di bawah deru rudal penghancur musuh Iran,” kata markas Komando Iran itu

Garda Revolusi Iran menyatakan hari ini bahwa gelombang ke-37 Operasi "Janji Sejati 4" berlangsung selama lebih dari 3 jam nonstop peluncuran rudal.

Peluncuran rudal  dilakukan dengan jumlah peluncuran rudal super berat "Khorramshahr" terbanyak, secara berlapis dan berkelanjutan terhadap pangkalan Amerika dan Israel.

 

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved