Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump: Iran Sudah Hancur, AS akan Tuntaskan agar Tak Balik Lagi Tiap 2 Tahun

Trump mengklaim AS telah menghancurkan Iran dan akan melanjutkan serangan hingga militer Iran musnah. Trump sebut Iran kehilangan 90 persen rudalnya.

Tangkap layar YouTube The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Tangkapan layar YouTube The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menyinggung perang terhadap Iran dalam pidatonya di Kentucky, Rabu (11/3/2026). Trump mengklaim AS telah menghancurkan Iran dan akan melanjutkan serangan hingga militer Iran musnah. Trump sebut Iran telah kehilangan 90 persen rudalnya pada 11 hari serangan AS-Israel terhadap Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengklaim serangan Amerika Serikat–Israel selama 11 hari telah melumpuhkan militer Iran.
  • Trump menyebut angkatan udara, radar, dan pertahanan udara Iran hancur, sementara rudal dan drone berkurang drastis.
  • Trump menegaskan serangan akan terus berlanjut agar serangan ke Iran tidak terulang tiap dua tahun.
  • Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah dan memblokade Selat Hormuz sehingga memicu gejolak harga minyak dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran selama 11 hari terakhir telah melumpuhkan militer negara itu.

"Militer kita telah secara efektif menghancurkan Iran selama sebelas hari terakhir," kata Trump membahas perang dengan Iran dalam pidatonya di Kentucky, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, militer Iran telah hancur dan sangat lemah untuk mempertahankan negaranya dari serangan AS-Israel.

"Angkatan udara mereka telah lenyap, mereka tidak lagi memiliki radar, mereka tidak memiliki pertahanan udara, rudal mereka berkurang 90 persen, drone berkurang 85 persen," kata Trump.

Presiden AS itu lalu membahas serangan AS-Israel tahun 2025 ketika mereka menyerang fasilitas nuklir Iran di berbagai daerah.

Ia mengklaim produksi nuklir Iran telah bangkit kembali sejak serangan tahun lalu, hingga AS 'harus' kembali menyerang Iran tahun ini.

"Kita membom pabrik-pabrik tempat mereka diproduksi. Selama 'Operasi Midnight Hammer' kita mengira itu akan menjadi akhir dari mereka, tetapi mereka mulai lagi. Jadi kita perlu menyelesaikan ini, bukan? Kita tidak ingin kembali setiap dua tahun sekali," ujarnya, lapor Ynet.

Trump menghentikan pidatonya sejenak setelah seorang wanita di kerumunan di belakangnya pingsan.

Presiden AS itu lalu mengatakan, meski ia mengklaim telah menghancurkan Iran, AS akan menyelesaikan serangannya terhadap Iran hingga kekuatan militer Iran dihilangkan.

Dalam pidatonya, ia mengatakan AS telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut Iran.

Baca juga: 10 Negara Alami Kenaikan Bahan Bakar Paling Tinggi Sejak Perang Iran, Vietnam Naik Hampir 50 Persen

Trump telah berubah-ubah pendiriannya mengenai Iran, memuji militer AS karena secara signifikan melemahkan militer Iran, tetapi menolak untuk mengakhiri serangannya dengan cepat.

"Kita tidak ingin pergi lebih awal, bukan?" tambah Trump.

“Jangan pernah mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kita menang,” kata Trump kepada massa pendukungnya, seraya menambahkan, “Dalam satu jam pertama semuanya sudah berakhir.”

Sebelumnya, Trump mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir karena "praktis tidak ada lagi yang bisa dijadikan target".

"Kapan pun saya ingin ini berakhir, ini akan berakhir," kata Trump kepada media Axios dalam sebuah wawancara telepon, Selasa (10/3/2026).

Perang AS-Israel VS Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved