Iran Vs Amerika Memanas
Israel dan Hezbollah Saling Serang, Korban di Lebanon Melampaui 600 Orang
Serangan Israel menghantam Beirut usai roket Hezbollah ditembakkan ke Israel utara. Lebih 600 orang tewas dan ratusan ribu warga Lebanon mengungsi
Perintah ini memicu krisis pengungsian karena tempat penampungan pemerintah kesulitan menampung jumlah pengungsi yang terus meningkat.
Kurang dari seperempat dari sekitar 800.000 pengungsi berhasil mendapatkan tempat di penampungan resmi pemerintah.
Direktur Norwegian Refugee Council untuk Lebanon, Maureen Philippon, mengatakan para pengungsi hidup dalam kondisi yang sangat buruk.
Banyak tempat penampungan kekurangan fasilitas mandi dan toilet, beberapa keluarga harus berbagi satu ruangan, serta muncul kekhawatiran akan penyebaran penyakit menular.
Baca juga: Israel Serang Beirut 2 Hari usai Lebanon Siap Berunding, Publik Pecah soal Diplomasi dan Perlawanan
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 634 orang, termasuk 91 anak-anak.
Pastor Katolik Pierre al-Rahi dan petugas medis Palang Merah Youssef Assaf, yang meninggal akibat luka dari serangan Israel terpisah di Lebanon selatan awal pekan ini, dimakamkan pada Rabu.
Paus Leo menyampaikan belasungkawa atas kematian Rahi dan menyebutnya sebagai gembala sejati.
Komite Internasional Palang Merah juga menyatakan duka atas kematian Assaf, yang disebut “kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas kemanusiaan”.
Sebelumnya pada Rabu, serangan Israel juga menghantam sebuah blok apartemen di pusat Beirut.
Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari Israel menargetkan kawasan jantung ibu kota Lebanon.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan empat orang terluka dalam serangan tersebut, sementara militer Israel tidak memberikan komentar.
“Suara ledakannya tak terbayangkan, ketakutannya tak terbayangkan. Cukup sudah, ini mimpi buruk. Kapan ini akan berakhir?” kata Bassima Ramadan, warga yang tinggal di seberang lokasi serangan.
Israel Tekan Lebanon di PBB
Militer Israel mengatakan telah menyerang ratusan target Hezbollah sejak 2 Maret.
Serangan udara dilakukan hampir setiap hari di Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut, dan Lembah Bekaa di bagian timur.
Israel juga mengirim bala bantuan militer ke perbatasan dengan Lebanon, termasuk Brigade elit Golani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/n-ledakan-di-Beirut-Lebanon-pada-2-Maret-2026-dini-hari.jpg)