Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Hantam Israel Saat Benjamin Netanyahu Muncul, Tel Aviv Beri Ancaman ke Mojtaba Khamenei

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul memberikan keterangan pers setelah sempat mencuat kabar dirinya tewas akibat serangan Iran.

Penulis: Adi Suhendi
tangkapan layar/GPO
NETANYAHU DAN MOJTABA KHAMENEI - PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Netanyahu ancam Khamenei dalam kemunculan pertamanya dalam 12 hari perang Iran. 

Ketika ditanya tentang Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu memberikan ancaman.

"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk mereka. Saya tidak bermaksud memberikan pesan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujarnya.

Ia tidak mengungkapkan apakah Israel mempersenjatai para demonstran Iran atau tidak, tetapi mengatakan "Kita dapat menciptakan kondisi untuk perubahan rezim, tetapi terserah kepada rakyat Iran untuk turun ke jalan."

Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam

Terpisah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, mengungkap dirinya bersumpah bahwa Iran tidak akan berhenti membalas dendam atas darah para syuhada.

“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para syuhada Anda. Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan wafatnya Pemimpin Revolusi, melainkan, setiap anggota bangsa yang gugur sebagai syuhada oleh musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan,” kata Mojtaba Khamenei.

“Tanda apa pun yang Kami hapuskan atau Kami lupakan, Kami akan mendatangkan tanda yang lebih baik atau serupa dengannya,” ucapnya.

Tak lama setelah pernyataan Mojtaba Khamenei tersiar, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran pun mengumumkan peluncuran gelombang ke-41 Operasi Janji Sejati 4 terhadap target di wilayah pendudukan Israel.

Dalam pernyataannya, IRGC mengumumkan bahwa gelombang operasi ini diluncurkan dengan nama sandi "ke al-Quds yang Suci", karena dilakukan menjelang Hari Quds Internasional.

Serangan itu menargetkan sasaran-sasaran Zionis-Amerika di Tel Aviv dan al-Quds yang diduduki, serta pangkalan-pangkalan tentara teroris Amerika di wilayah tersebut.

"Operasi tersebut dilaksanakan dengan menembakkan lebih dari 10 rudal Khorramshahr yang berat dan tangguh dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Qadr dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Kheybar Shekan dengan hulu ledak seberat satu ton, rudal hipersonik Fattah dengan hulu ledak seberat satu ton, dan drone penghancur," kata IRGC dalam pernyataanya, Kamis (12/3/2026).

IRGC menyatakan bahwa gelombang serangan itu dilakukan untuk menghormati para syuhada di bulan suci Ramadan dan mendedikasikan fase operasi ini kepada "pemimpin para syuhada, pemimpin revolusi yang gugur, dan keluarganya yang terhormat."

(Tribunnews.com/ adi/ Jeruslem Post/ Tasnim/Tass)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved