Jumat, 1 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Netanyahu Ancam Mojtaba Khamenei Tak Lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Keluarkan Pesan Pertamanya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, serta Hezbollah

Tayang:

Almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyatakan dalam wasiatnya bahwa ia tidak ingin putranya menggantikannya, menurut laporan New York Post.

Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berpengaruh akhirnya tetap mendorong Mojtaba untuk menduduki posisi tersebut.

Menurut para ahli, Ali Khamenei memiliki keraguan serius tentang kesesuaian putranya untuk memegang peran tersebut.

“Dalam wasiat Khamenei, ia secara eksplisit meminta agar Mojtaba tidak disebut sebagai penerus,” kata Khosro Isfahani, direktur penelitian di kelompok oposisi Persatuan Nasional untuk Demokrasi yang memiliki hubungan dengan jaringan intelijen Iran.

Mojtaba, 56 tahun, belum pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan sebelum pengangkatannya.

Sebagian besar pengaruhnya berasal dari aktivitasnya di balik layar dalam lingkaran dalam ayahnya, ketika Republik Islam semakin memperkuat cengkeraman konservatifnya terhadap kekuasaan.

Kabel diplomatik AS yang bocor pada tahun 2000-an menggambarkannya sebagai “kekuatan di balik jubah”.

Pada periode yang sama, ia juga dituduh membantu memanipulasi pemilihan presiden Iran untuk memastikan kemenangan bagi loyalis rezim.

Sementara itu, militer Israel sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap pemimpin Iran yang melanjutkan kebijakan rezim sebelumnya akan dianggap sebagai target yang sah untuk dieliminasi.

Tanpa Menunjukkan Wajah Secara Langsung, Mojtaba Rilis Pidato Pertamanya

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pesan pertamanya pada Kamis (12/3/2026).

Ia menyerukan perlawanan militer yang berkelanjutan dan mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi alat tekanan, meskipun pertanyaan tentang kesehatan dan keberadaannya masih terus muncul.

Dilansir Iran International, pesan tersebut tidak disampaikan secara langsung.

Pesan itu dibacakan oleh seorang penyiar televisi pemerintah, sementara foto Khamenei ditampilkan di layar.

Hal ini menunjukkan bahwa hampir dua minggu setelah konflik dimulai, belum ada rekaman video atau audio dari pemimpin baru tersebut yang dirilis.

Pihak berwenang Iran juga belum memberikan bukti langsung mengenai kondisinya setelah muncul laporan bahwa ia mungkin terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved