Iran Vs Amerika Memanas
Sudah Ada 4 Pesawat Militer AS yang Jatuh sejak Perang Iran, 3 di Antaranya karena 'Friendly Fire'
Empat pesawat militer AS jatuh sejak perang Iran dimulai, termasuk KC-135 di Irak dan tiga jet F-15E akibat tembakan salah sasaran Kuwait.
Sejauh ini, tujuh tentara AS telah tewas dalam perang melawan Iran.
Sementara itu, Reuters melaporkan pada Selasa sebanyak 150 tentara AS telah terluka.
Jumlah korban tewas di Iran mencapai lebih dari 1.300 orang, menurut duta besar Iran untuk PBB.
Situasi Terkini di Lapangan
Mengutip The Guardian, berikut pembaruan terkini perang Iran vs Israel-AS per Jumat (13/3/2026) pagi.
- Pesawat AS Jatuh
CENTCOM mengatakan sedang melakukan upaya penyelamatan setelah kehilangan pesawat pengisian bahan bakar militer di Irak, sambil menegaskan bahwa baik tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri bukanlah penyebabnya.
Dalam sebuah pernyataan disebutkan bahwa upaya penyelamatan sedang berlangsung.
Insiden ini melibatkan dua pesawat, di mana pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat.
- Ancaman Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan ancaman terselubung untuk membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Ia mengatakan tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa bagi ayatollah baru Iran atau pemimpin Hezbollah.
Dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai, Netanyahu membela serangan militer gabungan dengan AS terhadap Iran.
Ia mengatakan Israel bertujuan menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke bawah tanah, serta menyebut beberapa serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir Iran terkemuka.
- Situasi di Selat Hormuz
United States Navy, kemungkinan bersama koalisi internasional, akan mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz ketika secara militer memungkinkan, kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, kepada Sky News.
"Rencana pengawalan kapal akan dilanjutkan segera setelah AS memiliki kendali penuh atas wilayah udara dan kemampuan Iran untuk membangun kembali rudal benar-benar menurun,” kata Bessent.
- Partisipasi Iran di Piala Dunia
Trump mengatakan tim nasional sepak bola Iran dipersilakan untuk berpartisipasi di FIFA World Cup 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, ia menambahkan, “Saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri.”