Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sudah Ada 4 Pesawat Militer AS yang Jatuh sejak Perang Iran, 3 di Antaranya karena 'Friendly Fire'

Empat pesawat militer AS jatuh sejak perang Iran dimulai, termasuk KC-135 di Irak dan tiga jet F-15E akibat tembakan salah sasaran Kuwait.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Empat pesawat militer AS jatuh sejak perang Iran dimulai, termasuk KC-135 di Irak dan tiga jet F-15E akibat tembakan salah sasaran Kuwait.
  • Korban perang mencapai tujuh tentara AS tewas, 150 terluka, serta lebih dari 1.300 warga Iran meninggal menurut laporan resmi.
  •  Situasi lapangan memanas dengan serangan Israel ke Tehran dan Beirut, rudal Iran menghantam Israel, serta berbagai negara Teluk mencegat drone dan rudal dari Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pesawat pengisian bahan bakar militer AS, Boeing KC-135 Stratotanker, jatuh di Irak barat pada Kamis (12/3/2026).

Mengutip The Guardian, ini merupakan pesawat AS keempat yang jatuh sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari lalu.

Belum jelas apakah ada korban jiwa dalam insiden terbaru tersebut.

Dilaporkan ada 6 prajurit dalam pesawat tersebut.

Menurut United States Central Command (CENTCOM), insiden ini melibatkan pesawat lain, tetapi bukan akibat tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri.

CENTCOM mengatakan upaya penyelamatan sedang berlangsung setelah pesawat KC-135 tersebut jatuh.

Awal bulan ini, tiga jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh dalam insiden “friendly fire” atau tembakan salah sasaran oleh pertahanan udara Kuwait.

Mengutip Al Jazeera, video yang muncul pada Senin (2/3/2026) menunjukkan jet tempur AS, F-15E Strike Eagle, berputar dan menukik dengan ekornya terbakar serta asap mengepul di belakangnya.

Video lain menunjukkan dua pilot melontarkan diri dari pesawat.

Keduanya kemudian terlihat selamat di darat dan dibantu oleh warga setempat.

“Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat, telah dievakuasi, dan berada dalam kondisi stabil. Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,” demikian pernyataan CENTCOM yang diterbitkan di X.

Baca juga: Lantang Balas Donald Trump, Iran Minta AS Mundur dari Piala Dunia 2026 Gegara Tak Becus

“Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki. Informasi tambahan akan dirilis setelah tersedia,” tambahnya.

Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi beberapa pesawat AS telah jatuh dan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Seorang juru bicara mengatakan seluruh pilot selamat, telah dibawa ke rumah sakit, dan berada dalam kondisi stabil.

Sejauh ini, tujuh tentara AS telah tewas dalam perang melawan Iran.

Sementara itu, Reuters melaporkan pada Selasa sebanyak 150 tentara AS telah terluka.

Jumlah korban tewas di Iran mencapai lebih dari 1.300 orang, menurut duta besar Iran untuk PBB.

Situasi Terkini di Lapangan

Mengutip The Guardian, berikut pembaruan terkini perang Iran vs Israel-AS per Jumat (13/3/2026) pagi.

  • Pesawat AS Jatuh

CENTCOM mengatakan sedang melakukan upaya penyelamatan setelah kehilangan pesawat pengisian bahan bakar militer di Irak, sambil menegaskan bahwa baik tembakan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri bukanlah penyebabnya.

Dalam sebuah pernyataan disebutkan bahwa upaya penyelamatan sedang berlangsung.

Insiden ini melibatkan dua pesawat, di mana pesawat kedua berhasil mendarat dengan selamat.

  • Ancaman Netanyahu
PERANG IRAN - Potret PM Israel Benjamin Netanyahu dalam unggahan di Instagram pribadinya pada 28 Februari 2026. (Instagram @b.netanyahu)
PERANG IRAN - Potret PM Israel Benjamin Netanyahu dalam unggahan di Instagram pribadinya pada 28 Februari 2026. (Instagram @b.netanyahu) (Instagram)

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan ancaman terselubung untuk membunuh pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Ia mengatakan tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa bagi ayatollah baru Iran atau pemimpin Hezbollah.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai, Netanyahu membela serangan militer gabungan dengan AS terhadap Iran.

Ia mengatakan Israel bertujuan menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke bawah tanah, serta menyebut beberapa serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir Iran terkemuka.

  • Situasi di Selat Hormuz

United States Navy, kemungkinan bersama koalisi internasional, akan mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz ketika secara militer memungkinkan, kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, kepada Sky News.

"Rencana pengawalan kapal akan dilanjutkan segera setelah AS memiliki kendali penuh atas wilayah udara dan kemampuan Iran untuk membangun kembali rudal benar-benar menurun,” kata Bessent.

  • Partisipasi Iran di Piala Dunia

Trump mengatakan tim nasional sepak bola Iran dipersilakan untuk berpartisipasi di FIFA World Cup 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun, ia menambahkan, “Saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri.”

Presiden AS itu tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai risiko yang dimaksud.

  • Pertempuran di Irak

Enam tentara Prancis yang terlibat dalam pelatihan kontra-terorisme dengan Irak, terluka setelah serangan pesawat tak berawak di wilayah tersebut, kata militer Prancis, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada BBC News bahwa tidak ada cedera serius.

Seluruh tentara Amerika yang ditempatkan di sana tetap bertugas setelah sebuah pangkalan di Erbil, Irak utara, yang menampung pasukan Inggris dan AS, diserang drone Iran pada malam sebelumnya.

Tidak ada tentara Inggris yang terluka dalam serangan tersebut, menurut BBC News.

  • Tembakan Rudal Iran

Sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran menghantam area terbuka di Israel tengah tanpa menyebabkan cedera, kata Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel Defense Forces, seperti dikutip oleh Haaretz.

Pasukan pertahanan Arab Saudi mengatakan telah mencegat sebuah drone yang menuju ladang minyak Shaybah, yang telah beberapa kali menjadi target minggu ini, serta sebuah rudal balistik dan tiga drone yang diluncurkan ke arah wilayah timur negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan telah mencegat dua rudal balistik, satu rudal jelajah, dan beberapa drone yang diluncurkan dari Iran.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved