Iran Vs Amerika Memanas
5.000 Marinir dan Pelaut AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Perang Iran Vs Amerika-Israel Makin Panas
AS Kerahkan 5.000 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah, Perluas Opsi Militer dalam Konflik Iran
Ringkasan Berita:
- Washington mengirim ribuan Marinir dan pelaut tambahan ke Timur Tengah.
- Totalnya 5.000 marinir dan pelaut.
- Hal ini sebagai bagian dari upaya memperluas opsi militer di tengah konflik yang terus berlanjut dengan Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengerahkan sekitar 5.000 personel militer tambahan ke Timur Tengah.
Langkah ini disebut untuk memperluas opsi militer dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.
Langkah ini melibatkan sekitar 2.500 Marinir AS dan 2.500 pelaut, menurut laporan NBC yang mengutip tiga pejabat AS.
Seorang pejabat AS mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari rencana operasi yang lebih luas.
“Bagian dari rencana perang ini adalah menyediakan marinir untuk memberikan opsi penggunaan,” ujarnya.
Personel yang dikirim membentuk Kelompok Siap Amfibi dan Unit Ekspedisi Marinir, atau dikenal sebagai Amphibious Ready Group/Marine Expeditionary Unit (ARG/MEU), mengutip Iran International, Sabtu (14/3/2026).
Para Marinir tersebut berasal dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (31st MEU), yang berbasis di Jepang dan merupakan satu-satunya unit MEU Korps Marinir AS yang ditempatkan secara permanen di garis depan.
Baca juga: 6 Awak Pesawat Angkatan Udara AS Tewas di Irak, Diduga Ditembak Jatuh Rudal Sekutu Iran
Unit ini dilatih untuk menjalankan operasi tanggap krisis secara cepat, termasuk mengevakuasi warga sipil dari wilayah berbahaya serta melindungi kedutaan besar AS.
Selain itu, mereka juga disiapkan sebagai pasukan awal di medan operasi yang mampu mengamankan wilayah sebelum kedatangan unit militer lain, seperti pasukan operasi khusus.
Sementara itu, para pelaut yang turut dikerahkan ditugaskan dalam Grup Siap Amfibi Tripoli. Kelompok ini mencakup tiga kapal perang, yakni USS San Diego, USS Tripoli, dan USS New Orleans.
Ketiga kapal tersebut sebelumnya beroperasi di Laut Filipina dan kini bergerak ke arah barat menuju kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat AS mengatakan pengerahan ini diminta oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).
Dan untuk memastikan pasukan Marinir tersedia bagi para komandan militer yang tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam konflik yang berkembang di kawasan tersebut.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-Induk-Amerika-Serikat-beserta-strike-group-nya-berupa-jet-jet-tempur.jpg)