Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

BREAKING NEWS: AS Serang Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran

Sejauh ini, Trump menegaskan baru menargetkan fasilitas militer bukan fasilitas kilang minyak di Pulau Kharg.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Tehran Times
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginformasikan telah 'menghancurkan' target militer di Pulau Kharg, Iran. 

Secara historis, kapasitas pemuatan terminal-terminal yang terus ditingkatkan ini telah mencapai angka maksimum yang mencengangkan yaitu tujuh juta barel per hari, meskipun ekspor nasional saat ini berkisar sekitar 1,6 juta barel per hari, di samping mengelola produksi untuk pasar domestik.

Sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, Teheran dilaporkan meningkatkan produksi di Kharg, mendorong produksi hingga hampir empat juta barel per hari, menurut perusahaan analisis energi Kpler.

Iran adalah anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan produksi sekitar 3,2 juta barel per hari atau berarti 3 persen dari produksi global.

Ekspor minyak Iran telah meningkat tahun ini mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir meskipun ada sanksi dari AS dalam beberapa tahun terakhir.

Belum ada presiden AS yang berani

Terlepas dari signifikansinya, Pulau Kharg sejauh ini tetap tidak tersentuh dalam perang melawan AS-Israel.

Bahkan setelah serangan Israel terhadap depot bahan bakar Iran di Teheran dan wilayah Alborz pekan lalu, yang menandai serangan pertama terhadap infrastruktur energi negara itu selama konflik tersebut.

Pulau Kharg telah lama dianggap sebagai salah satu aset strategis rezim Iran yang paling rentan oleh para musuhnya.

Selama krisis sandera Iran tahun 1979, Presiden AS Jimmy Carter sebenarnya mampu merebut Pulau Kharg tapi tidak melakukannya.

Pada tahun 1980-an, Presiden Ronald Reagan memerintahkan serangan terhadap fasilitas ekspor lepas pantai Iran lainnya setelah Teheran memasang ranjau di Selat Hormuz namun Reagen tidak menyerang Pulau Kharg.

Terminal minyak di pulau itu kemudian mengalami kerusakan parah selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an ketika pasukan Irak menyerang fasilitas tersebut.

Akan  tetapi Iran dengan cepat membangunnya kembali dan memulihkan operasinya, seperti yang dilaporkan oleh E&E News milik Politico.

Sumber: AP/Al Jazeera

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved