Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-55 Perang Iran: Diplomasi Mandek, Blokade AS Tekan Teheran

Hari ke-55 konflik Iran: belum ada tenggat waktu pasti dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait proposal perdamaian dari Teheran.

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.
  • Iran menolak membuka Selat Hormuz karena blokade angkatan laut AS masih berlangsung.
  • Ketegangan meningkat setelah IRGC menangkap dua kapal asing dan menembaki kapal ketiga.  

 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Kamis (23/4/2026) menandai hari ke-55 perang Iran yang semakin memanas.

Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu pasti.

Sementara itu, Iran menegaskan masih ingin berdialog tetapi menyalahkan pelanggaran komitmen, blokade pelabuhan, dan ancaman dari Washington sebagai penghambat utama negosiasi damai.

Di tengah kebuntuan diplomasi itu, ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menangkap dua kapal asing dan melepaskan tembakan ke kapal ketiga.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur perdagangan energi dunia.

Berikut hal-hal penting yang terjadi pada hari ke-55 konflik Iran:

Diplomasi Perang: Trump Belum Tetapkan Deadline

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden Trump belum menentukan batas waktu khusus untuk menerima proposal Iran.

“Presiden belum menetapkan tenggat waktu pasti untuk menerima proposal Iran. Pada akhirnya, jangka waktunya akan ditentukan oleh panglima tertinggi,” kata Leavitt, Rabu.

Pembicaraan antara Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat di Washington untuk memperkuat gencatan senjata juga berlangsung di tengah situasi yang masih tegang.

Baca juga: Lebih dari 2.000 Lokasi Infrastruktur Listrik Iran Jadi Sasaran Serangan AS-Israel

Pensiunan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS Mark Kimmitt mengatakan perundingan tersebut tidak melibatkan Hizbullah.

“Kita memiliki Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat di sana, tetapi kita tidak memiliki Hizbullah,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Iran: Selat Hormuz Belum Dibuka

Ketua parlemen Iran menyatakan negaranya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama blokade angkatan laut Amerika Serikat masih berlangsung.

Iran menyebut blokade tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan telah menangkap dua kapal asing di Selat Hormuz.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved