Iran Vs Amerika Memanas
Prancis dan Italia Buka Pembicaraan dengan Iran soal Jalur Aman di Selat Hormuz
Negosiasi dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengancam pengiriman minyak dan gas global.
Ringkasan Berita:
- Prancis dan Italia dilaporkan membuka pembicaraan dengan Iran untuk membahas jalur aman bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
- Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengancam pengiriman minyak dan gas global.
- Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sebagian impor energi Eropa
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan keamanan di kawasan Teluk Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global akibat konflik yang dipicu Amerika Serikat dan Israel dengan menyerang Iran.
Jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia menghadapi risiko gangguan akibat meningkatnya konflik dan serangan terhadap kapal di wilayah tersebut.
Dalam konteks itu, sejumlah negara Eropa mulai mengambil langkah diplomatik untuk memastikan keamanan jalur perdagangan energi dari Timur Tengah tetap terjaga.
Baca juga: AS Bom Pulau Penting bagi Minyak Iran, Trump Ancam Target Lain jika Kapal di Selat Hormuz Diganggu
Laporan Financial Times menyebutkan Prancis dan Italia telah membuka pembicaraan dengan Teheran guna membahas kemungkinan kesepakatan yang dapat menjamin jalur aman bagi kapal-kapal mereka yang melintas di Selat Hormuz.
Mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, laporan itu menyebut negara-negara Eropa berupaya memulihkan kembali kelancaran ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah yang sempat terganggu akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Akan tetapi, pembicaraan antara kedua negara Eropa dengan Iran itu disebut masih berada pada tahap awal dan bersifat tentatif.
Media internasional Al Jazeera menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut. Secara terpisah, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Prancis juga tengah menggalang koalisi internasional untuk mengamankan Selat Hormuz apabila situasi keamanan di kawasan mulai stabil.
Dua pejabat Prancis yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Paris telah berdiskusi dengan sejumlah negara di Eropa, Asia, serta negara-negara Arab di kawasan Teluk guna menyusun rencana pengawalan kapal tanker oleh kapal perang saat melintasi selat tersebut.
Langkah ini dipandang penting mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Data jaringan riset ekonomi berbasis di Jerman, CESifo, menunjukkan sekitar 6,2 persen impor minyak mentah Uni Eropa dari negara non-anggota dan 8,7 persen impor gas alam cair (LNG) pada 2024 melewati jalur pelayaran tersebut.
Gangguan terhadap jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu rantai pasok energi ke berbagai negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selat-Hormuz-OK1.jpg)